Hidup Sekadar Hidup
Serangkaian alur hidup yang kita jalani untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan berbagai tuntutan di sekitar kita, mulai dari belajar berjalan, berbicara, makan, dan kegiatan mendasar lainnya seperti membaca, mendengar, dan melihat pun tak luput kita lakukan sejak kecil untuk memaksimalkan fungsi kita di masyarakat. Semua hal ini semakin berkembang ketika kita mulai bertemu dengan orang lain di berbagai lingkungan, bertemu dengan aneka bacaan di berbagai buku, melihat berbagai tontonan dan terpengaruh dengan semua hal itu. Dari sanalah kita mulai utuh dengan diri kita dan menentukan peran kita dalam berbagai korelasi di masyarakat.
Hal yang menjadi pertanyaan adalah, apakah diri kita semua sadar dengan semua hal yang kita jalani selama berperan dan menentukan peran selanjutnya dalam berbagai korelasi ini? Dari sekian banyak hal yang telah kita pelajari sebenarnya ada hal yang lebih mendasar untuk dipelajari, berpikir. Berpikir tentang semua hal yang pernah kita pelajari, sedang kita pelajari, dan akan kita pelajari. Berpikir semua hal di dalam diri kita hingga berpikir semua hal di luar kita, semesta. Hingga kita berpikir tentang berpikir itu sendiri.
Dari berpikir inilah sebenarnya kita mulai mendapatkan kesadaran tentang berbagai hal, bukan sekadar menjadi orang menjalani kehidupan karena keharusan dan tuntutan agar kita hidup layaknya orang lain dengan korelasi paling aman. Maka belajar dan berpikirlah untuk membuat kita menjadi manusia yang utuh, manusia yang hidup atas dasar kesadaran dan pengetahuan dari hasil berpikir dan belajarnya.
Sekarang, apakah kita sudah benar-benar berpikir dan belajar dalam hidup kita?