[yang tersingkat]

“ kalau ada hal yang membuat kita terlalu memikirkan sesuatu , itu tanda bahwa sesuatu itu penting.. sesuatu yang mungkin dianggap berharga untuk kita.."

deg.. nafasku tertahan. mengeja kalimat yg barusan teh santi lontarkan.. belum selesai menelan pernyataan yang masih menjadi debat batin teh santi dengan lisannya mengutarakan yang lagi lagi membuat diri terpahat. mungkin kurang lebih kultum dadakan yang aku terima sebelum ke parkiran. tanpa duduk di tepi trotoar kampus. seperti diajak menyibak pengalamannya yang terjilid di buku jurnal kehidupannya. membuka bab lalu untuk diambil ibrah. aku menyimaknya. memoriku harus bekerja keras untuk megikat setiap kata teduh itu. terutama bumbu kisah rasulullah

"..kita kadang lupa bahwa semuanya kehendak dari Allah.. coba kalo liat latar belakang kenapa rasululullah pakai doa qunut, dulu ketika beliau mengirimkan ratusan utusan dakwah ke suatu negeri, belum sampai udah dibantai sama orang (sana) padahal udah ada perjanjian damai.dan sebelum mengirim utusan.. rasulullah selalu beikhtiar dengan amalan ibadah yang sulit kita pikul, memohon agar umatmya selalu diberi keselamatan. dan itulah dasar dari doa qunut. doa untuk meminta keselamatan seluruh ummat.. bayangkan rasulullah saja yang uswatun hasanah tak mampu mengelak atas kehendakNya setelah mengupayakan segala ikhtiar. apalagi kita yang ga ada apa apanya.. sebenernya kita masuk surga karena kehendakNya atas amalan entah yang mana Allah terima. untuk itu kenapa kita terus berupaya beramal baik.beramal baik aja belum tentu diterima apalagi yang ga beramal.. "

"..memang diri kita itu sering melupakan masa lalu, takut dengan bayangan masa depan sehingga kita lupa dengan masa sekarang yang mestinya harus dilakukan.." tuturnya dengan mata yang mulai berembun.

aku melebur :') jazakillah khoir teh santi

Like what you read? Give otinuci a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.