Candra Darusman: Mengantarkan Indahnya Sepi Melalui Detik Waktu

Sumber: Instagram

Beberapa hari yang lalu tepatnya 28 Juli 2018, saya dibuat excited dengan diproduksinya kembali salah satu album dari musisi legendaris tahun 80-an Candra Darusman yang berjudul “Indahnya Sepi” oleh Organic Records. Indahnya Sepi bukanlah satu satunya karya yang diperkenalkan ke zaman sekarang. Sebelum kembali merilis album tersebut, Candra Darusman lebih dulu mengeluarkan album tribute berjudul “Detik Waktu” bekerjasama dengan label yang sama.

Pada album Detik Waktu, Candra Darusman mengajak musisi-musisi sekarang mulai dari senior hingga yang muda dengan proses pemilihan yang teliti untuk membawakan karyanya (berdasarkan wawancara oleh CNN proses pemilihannya bahkan hingga menggunakan angket). Nama-nama besar seperti Sheila Majid, Glenn Fredly, Afgan, Maliq & d’essentials, Once Mikel, Marcel Siahaan, Sammy Simorangkir, 5 Romeo, Monita Tahalea, Danilla Riyadi, Mondo Gascaro & Whiteshoes and the Couples Company, Shili & Adi, hingga musisi muda berbakat Adikara Fardy mengisi suara dialbum tribute Detik Waktu (nama terakhir benar-benar menjadi pencuri perhatian di album ini). Ahiya, didalamnya terdapat lagu baru yang dibawakan oleh sang legenda sendiri, juga satu lagu lama yang berkolaborasi dengan sahabatnya, Fariz RM. Dua belas dari empat belas lagu di album tersebut dibawakan dengan gaya masing-masing dari setiap musisi yang meng-cover dengan eksekusi yang matang. Candra Darusman sendiri pernah mengatakan di sebuah wawancara pada produksi album tribute ini ia hanya sekedar memberi masukan diakhir, sisanya setiap musisi dipersilahkan meng-explore sendiri. Dengan cara seperti itu lagu-lagu Candra Darusman setidaknya lebih berbaur dengan telinga penggemar musik sekarang tanpa menghilangkan “ruh” dari setiap lagu itu sendiri.

Setidaknya strategi mengikat pasar milenial dengan musiknya dibawakan musisi yang familiar dengan pasar musik sekarang melalui album tribute yang sangat matang dan berkesan (saya rasa dewan juri Anugerah Musik Indonesia 2018 pun mengamininya dengan memilih Detik Waktu sebagai album terbaik), serta tidak langsung gegabah meluncurkan ulang album solonya meskipun memiliki embel-embel “legenda”, merupakan langkah yang cerdas dari Candra Darusman dan Organic Records. Benar saja, Candra Darusman disambut dengan baik oleh para penikmat musik sekarang, buktinya cetakan pertama album sebanyak seribu keping sudah habis dalam kurun waktu satu bulan saja. Kemudian, setelah Detik Waktu mampu diapresiasi pasar dengan baik, barulah Candra Darusman dan Organic Records meluncurkan ulang album Indahnya Sepi.

Saya percaya dengan Indahnya Sepi diluncurkan di waktu yang tepat dengan momen populernya kembali musik ala 80-an dan juga terlebih dahulu memperkenalan musik Candra Darusman melalui album Detik Waktu, para pendengar akan lebih mengenal dan mengapresiasi album Indahnya Sepi dibandingkan apabila langsung yang merupakan buah dari strategi yang cerdas dan penuh perhitungan.

Teruntuk Candra Darusman & Organic Records, selamat kalian telah dengan mulus mengantarkan Indahnya Sepi melalui Detik Waktu.