
Hanya butuh beberapa menit untuk peka akan lingkungan kaum perempuan metropolitan.
“ Ngopi – ngopi yuk, ada gosip baru gak? Kalo gue sih ada nih, ngomongin si cewek itu..“
Kalimat ini ialah kalimat yang sering sekali di ucapkan oleh kaum perempuan, mungkin saya rasa range umur mereka bisa dari 17 hingga 50. Kalimat ini kalau di ibaratkan sudah seperti tagline unik di sebuah iklan, di manapun di ucapkan pasti akan menarik perhatian banyak orang terutama kaum perempuan.
Hal ini bisa saja menyangkut dengan statement dimana kaum perempuan tidak diharuskan 100% untuk menjunjung pendidikan setinggi–tinggi nya karena mereka akan di perhadapkan dengan keadaan bahwa perempuan akan menjadi ibu dan mengurus rumah. Statement ini sudah menjadi kalimat turun-temurun dari ibu ke anak perempuan nya, dan pada akhirnya karena tidak mempunyai banyak yang bisa di bicarakan, gosip menjadi salah satu cara untuk dapat meneruskan sebuah obrolan. Kemudian menjadi sebuah batu sandungan dimana kaum perempuan sudah malas untuk mencari informasi atau setidaknya membaca buku yang dapat membangun pengetahuan nya.
“Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya” Bisa kita kutip kalimat tersebut yang di proklamirkan oleh R.A Kartini, satu-satu nya wanita pada masa itu yang ingin hak kaum perempuan di naikan atau lebih tepat lagi di lihat. Dampak paling berguna ketika seseorang mempunyai pandangan yang luas, orang tersebut terutama perempuan akan mempunyai banyak topic yang di bicarakan dan bagaimana dia bersikap akan semakin menarik. Dan saya yakin perempuan tersebut lebih di hargai kehadiran nya di tengah publik.
Susah rasanya menyadarkan kaum perempuan apalagi perempuan modern karena bisa di akui apa yang di tawarkan oleh kecanggihan teknologi sekarang menjadi salah satu halangan dan juga bagaimana pola pikir perempuan yang sudah seperti di “brain-wash” oleh media yang mengatakan bahwa “beauty is all the matters”. Kecantikan menjadi andil besar dalam kehidupan perempuan, kecantikan pula yang dapat memberikan status di lingkungan mereka dan juga dapat memisahkan perempuan dengan anak-anak nya, dimana banyak di dapati Ibu muda yang lebih asik nyalon dan meninggalkan anak mereka di urus oleh pembantu.
Hal yang paling menunjang ketika seorang perempuan memiliki pengetahuan yang luas ialah mereka mempunyai kesempatan untuk mengimbangi perekonomian rumah tangga. Hal ini dapat mengurangi tingkat perkelahian/perceraian dimana sering terjadi di rumah tangga. Balik lagi ke standart hidup yang di tetapkan semakin hari semakin naik, lifestyle pun tidak kenal kompromi untuk merayu kaum perempuan untuk menaikan tingkat sosialitas nya. Dengan memiliki pengetahuan yang baik, saya merasa setiap perempuan dapat menempati perkerjaan-perkerjaan yang bisa memberikan nominal gaji yang baik pula.
Mungkin salah satu contoh paling mudah begini, perempuan berada di posisi sebagai satu-satu nya manusia yang dapat reproduksi, menghasilkan anak. Pada awal nya, perempuan butuh pengetahuan mengenai bagaimana dia dapat menghasilkan anak, di buahi, sampai dia melahirkan. Pengetahuan paling dasar untuk setiap perempuan mengetahui nya. Bagaimana jika tidak tau? Sudah terjadi di lingkungan kita semua, contoh nya; aborsi karena tidak menginginkan anak tersebut ada, penyakit kelamin, jika sudah punya anak seorang perempuan tidak dapat mendidik nya dengan baik. Hal-hal negative tersebut bisa saja terjadi kapan saja, jika terjadi siapa yang harus di salahkan?
“….Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama” Kutipan R.A Kartini menjadi kesimpulan bahwa kaum perempuan lebih berharga atau lebih berguna ketimbang hanya duduk bergosip dan tidak memiliki nilai lebih di diri nya, mendidik anak dan melihat nya sukses adalah sebuah rasa bangga akan diri nya sendiri. Sayangi diri sendiri dan menghargai diri sendiri menjadi point pertama untuk merasakan kebahagian.