Senggama

Pada jeda diantara bandul waktu, disana ku letakkan jejak pergumulan kita.

Biar kan ia abadi bersemayam disana.
Lenguh mu, bulir air yang beranak pinak meraja di tubuh mu menjadi bahan bakar abadi yang selalu ingin di mungkinkan.

Aku hanya putik yang selalu ingin menjelajahi rimba pada pinggul mu, dan akhir nya kutemukan muara dari segala muara.

Lalu aku
Lalu kamu
Lalu kita
Lalu satu
Dan lalu waktu....

-Dimas R. Perdana-

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Dimas Perdana’s story.