Perbaiki Cara Bermain atau Lupakan Final !

Entah harus berkata apa, bingung untuk diungkapkan. Keterbatasan tim nasional Indonesia di Piala AFF 2016 kali ini menjadi bumbu yang memberi rasa lain.

Selebrasi Lilipaly setelah mencetak gol penentu ke gawang Singapura. [foto dari Bolalob]

Pada pertandingan terakhir Grup A Piala AFF 2016, Indonesia mengalahkan Singapura lewat pertandingan yang dramatis. Singapura mencetak gol pertama lewat tendangan akrobatik Khairul Amri (yang juga pernah bermain di Persiba Balikpapan). Gol yang menurut pengamatan kita semua sebagai penonton jelas karena tiga faktor; Pertama, anggap saja timnas Singapura beruntung, beruntung karena hanya sekali shot on target dalam babak pertama dan satu shot tersebut sukses menjadi gol. Kedua, lengahnya lini belakang timnas Indonesia, tidak ada yang memperhatikan pergerakan tanpa bola Khairul Amri. Babak kedua, Puji Tuhan, Alhamdulillahnya sih Indonesia mampu membalikkan keadaan lewat dua gol dari Andik Vermansah dan Stefano Lilipaly. Tentu hal ini adalah peristiwa langka sepakbola Indonesia, di mana timnas jarang sekali membalikkan keadaan. Proses kedua gol tersebut pun akrab dengan timnas Indonesia karena berawal dari umpan silang. KITA SAMPAI SEMIFINAL!

Selang beberapa jam setelah pertandingan, kita mendapat berita dari goal(dot)com Indonesia, bahwa timnas Indonesia akan mendapat jatah libur dua hari. Doa kita semua rakyat Indonesia bahwa semua pemain timnas tetap fokus liburan bersama keluarganya saja dan libur dua hari tersebut dapat diisi dengan latihan mandiri dari tiap pemain tim nasional. Tentu selama libur, kita tidak berharap pemain timnas malah mengisi acara TV atau berkunjung ke salah satu atau dua rumah politikus untuk dijamu makan siang atau malam (tentu kita masih trauma kan?) atau kegiatan lain yang tidak ada faedahnya sama sekali buat pertandingan semifinal 3 dan 7 Desember nanti.

Di semifinal nanti, timnas bakal kehilangan dua tower lini belakang andalan. Yap, Rudolf “Yanto” Basna dan Fachrudin Arianto bakal absen lantaran akumulasi dua kartu kuning. Ini adalah momen bagi kita yang penasaran dengan lini belakang timnas Indonesia. Banyak kritik pedas (terutama untuk Yanto Basna) lantaran sering membuat blunder dan kurang tenang dalam menggalang pertahanan bersama Fachrudin. Kita tentunya ingin melihat apa jadinya kalau dua tower ini tidak ada dan pos-nya diisi pemain lain. Tiga opsi pilihan lini belakang ada dalam buku catatan Riedl. Tiga pemain yakni Manahati Lestusen, Gunawan Dwi Cahyo dan Hansamu Yama. Kemungkinan besarnya Manahati Lestusen sudah diberi kepercayaan untuk mengisi satu pos di posisi center back tersebut. Satu lain akan diperebutkan Gunawan dan Hansamu. Penyegaran jelas terjadi di lini belakang. Walau karena keterpaksaan akibat hukuman kartu, tentu hal ini tetap diinginkan pecinta timnas karena bobrok-nya lini belakang timnas kita yang sudah kebobolan 13 gol sejak lepas dari sanksi FIFA.

Lini depan pun tak lepas dari pandangan kritikus timnas. Memang timnas kita sudah cukup subur dengan catatan 6 gol di babak grup Piala AFF 2016. Namun hal yang perlu dicatat adalah 6 gol tersebut semuanya berproses dari umpan silang pemain yang kemudian diselesaikan pemain yang berada di depan gawang lawan. Monoton? Jelas. Riedl terkenal dengan skemanya yang itu-itu saja, bahkan saat pemain timnas tidak terbatas seperti Piala AFF 2016 ini, Riedl selalu mengedepankan pergerakan sayap dilanjutkan dengan umpan silang. Tidak percaya? Coba lihat kembali pergerakan Okto Maniani, M. Nasuha, dan M. Ridwan saat Piala AFF 2010. Hal yang tidak diharapkan adalah lawan Indonesia di semifinal nanti (yang kemungkinan besarnya Vietnam) akan dengan mudah membaca permainan Indonesia dan mematikan pergerakan dari sayap Indonesia. Mungkin skema umpan terobosan yang biasa Boaz gunakan untuk menjadi mesin gol di Persipura bisa jadi opsi Riedl.

Sampai detik ini berandai-andai tidaklah dilarang, maka bolehlah kita berandai. Andaikan Indonesia lolos ke Final maka kemungkinan besarnya lagi, Indonesia akan berjumpa dengan Thailand. Raksasa Asia Tenggara itu kemungkinan besarnya tidak akan menemukan kesulitan saat menghadapi Malaysia atau Myanmar di fase semifinal nanti. Terpenting saat ini adalah bagaimana pemain timnas mengisi jatah libur dua harinya dengan kegiatan yang bermanfaat dan Riedl bisa memperbaiki cara bermain timnas.

Bravo! AYO INDONESIA!

catatan editor: tulisan ini sudah dikirim sekitar seminggu yang lalu, tapi sengaja diterbitkan pada hari pertandingan semi final ini. Jadi kalau ada tulisan mengenai pemain libur 2 hari, ya itu memang akan terjadi ketika sang penulis kita (Hendri Kusuma) mengetiknya. Paham kan ya ? pinter-pinter lah orang kita mah. pffftttt.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.