Petisi tolak RUU KUHP: ‘Bukan hanya menyasar kelompok LGBT’

Pembahasan revisi RUU KUHP yang akan memperluas delik pidana asusila dikhawatirkan oleh sebagian warganet akan berpotensi mengkriminalisasi perempuan, korban perkosaan, anak, pasangan yang menikah secara adat, pasangan nikah siri, pasangan poligami, dan masyarakat pada umumnya.

Kekhawatiran itu muncul lewat sebuah petisi online yang diunggah di platform Change.org yang sejauh ini, pada Selasa (30/1) sudah ditandatangani lebih dari 8.000 orang sejak dimulai pada Senin (29/1) siang. Mereka menargetkan 10.000 tanda tangan.

Menurut keterangan dalam petisi tersebut, “Perluasan makna zina dapat ditemukan pada Pasal 484 ayat (1) huruf e berbunyi “dipidana karena zina dengan penjara paling lama 5 tahun, laki-laki dan perempuan yang masing — masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah melakukan persetubuhan”.