Persepsi Bukan Harga Mati

Malam ini, Durex Indonesia secara resmi mengeluarkan produk terbaru mereka yaitu Durex Invisible. Sesuai nama yang diusung, alat kontrasepsi ini merupakan kondom tertipis keluaran Durex.

Ada topik penting dari talk show malam ini di acara launching Durex Invisible, yaitu menurut research 33% pria di dunia (kalau tidak salah dengar) enggan menggunakan condom saat melakukan hubungan intim dengan alasan gak terasa.

Gue rasa bukan masalah baru, kalau pria enggan menggunakan condom. Terlebih di Indonesia, dimana pembahasan sex masih dianggap tabu oleh sebagian orang. Plus, bagi sebagian pria membeli condom itu memalukan. Well, masyarakat Indonesia sebagian besar itu sangat menjaga image.

Masalahnya adalah, ada semacam persepsi (berdasarkan pembahasan di talk show malam ini) dimana perempuan lah yang harus menyediakan alat kontrasepsi.

Bagi gue, persepsi ini sangat miris dan gak adil. Sebagian pria, mau melakukan hubungan intim tanpa condom, karena kalau menggunakan condom jadi kurang berasa. Lantas, ‘membebani’ pasangannya untuk menyediakan condom, si pria tau beres.

Gue pribadi suka bingung sih dengan statement ‘enakan gak pake, lebih terasa’. Lo segitunya mati rasa? Lantas lo mikir gak kalau sampai pasangan lo hamil? Padahal mungkin, it’s just a one night stand? Atau mungkin si wanita belum ingin punya anak karena dia dalam kondisi karirnya lagi bagus banget.

Atau bahkan, lo nyesel saat pagi menjelang setelah one night stand dan lo sadar, you were too drunk to realise you were not aiming for the person who’s sleeping next to you. Ini sering kok kejadian. Hehehe

Jawaban paling klasik dan ampuh plus terdengar seperti template adalah, Aku akan tanggung jawab. Well, in so many cases yang pria justru lari dan si wanita harus tanggung jawab sendiri. Seperti biasa, dia akan dikucilkan dan dianggap wanita gak bener di lingkungannya.

Bahkan kalau lo baca di beberapa artikel tentang condom, mereka pun bilang 90% akan menghindari kehamilan dan penyakit kelamin. Cuma 90%! Apalagi lo gak pake demi kenikmatan yang notabene hanya mind trick aja di otak lo. Nah, kebayang gak kalau ternyata 10% sisanya yang kejadian?

Buat para pria (apalagi lo sexually active ya), coba deh lupain sejenak ego kalian. Belilah condom demi menjaga kesehatan dan hal-hal yang tidak lo inginkan, karena lo belum siap. Kalau masih malu beli di mini mart atau apotek, beli aja di tukang obat kuat pinggir jalan. Toh, cuma ada lo dan si mas yang jualan. Percaya deh, dia gak akan nanya lo anak siapa, rumah lo dimana, nomer KTP, dsb.

So, stay safe and use condom. Kalau masih gak terasa? Beli aja sih Durex Invisible biar #BerasaBeneran.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.