Pesan Untuk Martin

Selamat malam, Martin.

Aku hanya ingin mengingatkan, jika nanti aku kembali bersiaplah ditempat asal. Bersihkan ruang kerja mu dari asap rokok, buku yang berserakkan dan tempat tidur kita dari aroma wanita mu.

Dua hari lagi aku akan terbang dan menetap disana selamanya, mungkin. Aku terlalu lelah jika sendiri di sini. Puaskan lah malam-malam mu dengannya dahulu sebelum aku pulang.

Ingat, lemari pakaian di kamar itu milik ku. Jangan sampai ketika aku membukanya, aku menemukan pakaian dalam milik wanita mu.

Figura foto pernikahan dan keluarga kita yang ada di dinding rumah, dan setiap sudutnya jangan lupa dirapihkan seperti sebelum aku pergi.

Kamu tidak lupa nama ku bukan? Berlatih lah menyebut nama ku dahulu sebelum akhirnya kepergok memanggil wanita mu.

Aku tidak ingin ada wanita mu dan kisahnya di kepulangan ku, Martin.

Aku mempercayai mu, mempercayai ucapan mu. Tetapi rekan-rekan kita dari jauh sana menghubungi ku. Gila mereka. Mengatakan kamu telah berselingkuh dan melupakan janji yang kamu ikrarkan sendiri.

Maka dari itu, simpan rapat-rapat jika memang kamu menipu ku. Aku belum dan tidak akan siap menerima kenyataan sepahit itu. Bersembunyilah di dalam keragu-raguan ku.

Sampai berjumpa.

Dari Anny, istri tercinta mu.


November, 2015.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.