Anak-anak Itu

Sumber gambar: IG Harian Kompas

Bila kita menemukan mereka di perempatan, di jalan-jalan, di kota besar, ucapan yang keluar biasanya bernada kasihan, “Kasihan mereka, masih kecil kok sudah ngamen. Bagaimana dengan masa depan mereka?”

Sepintas, mereka seperti tidak melakukan aktivitas untuk masa depan. Atau, di gambar itu dengan agak ngeri diungkapkan bagaimana mengurusi masa depan, jika mereka tengah disibukkan urusan perut?

Benarkah mereka tak memikirkan masa depan? Jangan-jangan kita yang salah sangka. Hanya karena ngamen, misalnya, yang hasilnya sepintas kecil, terus kita katakan “hanya bertujuan menyesaki perut”. Atau kita yang terbiasa beranggapan, hanya yang di bangku sekolah saja yang memikirkan masa depan.

Bagiku, masa depan tak ada kaitannya dengan tempat. Bisa saja yang di bangku sekolah itu tidak memikirkan masa depan. Mereka sekadar mengisi waktu luang, atau daripada malu sama tetangga. Dan yang di pinggir jalan itu, jauh sibuk memikirkan masa depan. Hanya tampilan yang tak menunjukkan hal itu.