Lewis Mumford (1895–1990)
Nama : Supardi
NIM : 15417106

“ Lewis Mumford adalah seorang sosiolog, sejarawan, kritikus arsitektur dan perencana kota asal Amerika Serikat yang menganalisa dampak teknologi dan urbanisasi terhadap kehidupan masyarakat sepanjang manusia. ”
Lewis Mumford lahir di New York, Amerika pada tanggal 19 Oktober 1895. Selama hidupnya dia banyak menetap di New York bersama istrinya Sophia, dimana ia meninggal hampir satu abad kemudian pada tanggal 26 Januari 1990. Lewis Mumford terkenal karena tulisan-tulisannya tentang kota-kota, arsitektur, teknologi, sastra dan kehidupan modern. Tulisan pertamanya adalah The Story of Utopias, diterbitkan pada 1922 dan buku terakhirnya adalah Sketches from Life diterbitkan setelah enam puluh tahun kemudian pada tahun 1982.
Lewis Mumford salah satu orang yang berpengaruh di abad ke dua puluh ia berkontribusi melalui kritik tentang sastra, arsitektural, studi Amerika, sejarah kota, peradaban dan teknologi serta perencanaan regional, lingkungan dan kehidupan publik di Amerika.

Penghargaan yang pernah Lewis Mumford dapatkan adalah Royal Gold Medal, Medali Kebebasan Presiden Amerika Serikat, Penghargaan Buku Nasional untuk Non-Fiksi (The City in History). Penghargaan dan karya ilmiah Mumford yang menarik itu dibuat tanpa gelar sarjana, karena dia harus meninggalkan City Collage of New York setelah diagnosis tuberkolosis.
Mumford lebih suka menyebut dirinya seorang penulis, bukan sarjana ataupun kritikus arsitektur, sejarawan atau filsuf. Tulisannya yang berkisar bebas dan membuatnya mengenal berbagai macam orang seperti penulis, seniman, perencana kota, arsitek, filsuf, sejarawan dan arkeolog. Tulisannya hadir dengan cara memvisualisasikan kesan-kesan orang dan tempat di sekelilingnya, ia juga membuat sketsa dan melukis.
Karya Lewis Mumford ini selalu mengalami perkembangan yang semakin luas dan mendalam ruang lingkupnya. Berawal dari buku pada tahun 1920-an, seperti The Golden Day (1926) dan Herman Melville (1929) yang menyampaikan penemuan kembali para transendentalis sastra tahun 1850-an lalu The Browsn Decades (1931) yang menempatkan pencapaian arsitektural Henry Hobson Richardson, Louis Sullivan dan Frank Lloyd Wright dihadapan publik dengan empat jilid seri “Pembaruan Kehidupan” yang diterbitkan antara tahun 1934 sampai 1951, yang menjelaskan kota dan pandangan dunia dalam pengembangan Peradaban Barat.
Mumford berpendapat dengan penuh semangat bahwa untuk mencapai tujuan manusia seutuhnya dalam skema yang lebih besar, manusia harus mampu mengutamakan kebutuhan biologis dan mengembangkan teknologi dan mampu menggambarkan kebebasan dari pada budaya sebelumnya.
Seperti yang dikutip dalam bukunya Values for Survival (1946):
“ Jika kita ingin menciptakan manusia yang seimbang, yang mampu kerjasama seluruh dunia dengan semua orang lain yang memiliki niat baik didalamnya dan itu adalah tugas tertinggi generasi kita, dan visi semua pencapaian kemampuan lainnya kita harus memberi bobot yang sama pada gairah emosi dan ekspresi nilai-nilai moral dan estetika seperti yang sekarang kita berikan kepada sains, penemuan, untuk organisasi praktis. Yang satu sama lain adalah impoten. Dan nilai-nilai tidak datang siap-pakai: mereka diraih dengan usaha yang tegas untuk menggolongkan fakta-fakta pengalaman seseorang dengan pola-pola historis yang dibentuk di masa lalu oleh mereka yang mengabdikan seluruh hidup mereka untuk mencapai dan mengekspresikan nilai-nilai. Jika kita ingin mengungkapkan cinta di dalam hati kita sendiri, kita juga harus mengerti apa arti cinta bagi Socrates dan Santo Fransiskus, untuk Dante dan Shakespeare, untuk Emily Dickinson dan Christina Rossetti, kepada penjelajah Shackleton dan para dokter pemberani yang dengan sengaja mengekspos diri mereka ke demam kuning. c manifestasi cinta tidak dicatat dalam surat kabar harian atau program radio saat ini: mereka tersembunyi bagi orang-orang yang hanya memiliki pikiran modis. Kebajikan bukanlah produk kimia, seperti yang pernah dideskripsikan oleh Taine: Kebajikan adalah produk bersejarah, seperti bahasa dan sastra; dan ini berarti bahwa jika kita berhenti memedulikannya, berhenti mengolahnya, berhenti mengirimkan nilai-nilai yang didanainya, sebagian besar darinya akan menjadi tidak bermakna, seperti bahasa mati yang telah kehilangan kunci kita. Itu diserahkan dengan apa yang telah terjadi dalam hidup kita sendiri. ”

DAFTAR PUSTAKA
Halton, Eugene. A Brief Biography of Lewis Mumford (1895–1990). University of Notre Dame. 17 November 2017. 2 September 2018 <https://www3.nd.edu/~ehalton/mumfordbio.html>
Lewis Mumford. Wikipedia Indonesia. 4 Desember 2017. 2 September 2018 <https://id.wikipedia.org/wiki/Lewis_Mumford>
