Pinggiran Kota Cirebon Minim Pembangunan dan Masalah Pengelolaan Sampah
Supardi
15417106

Kota Cirebon merupakan kota perdagangan dan jasa kalau dilihat dari sisi ekonominya. Pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon yang pesat masih belum menyeluruh untuk semua warga. Ada sebagian warga yang belum mendapatkan perhatian pembangunan seperti mereka yang jauh dari pusat kota. Pembangunan masih berfokus pada pusat kota Cirebon saja.
Kota Cirebon yang luas ini masih terjadi ketimpangan sosial dan ekonomi, contohnya pada Kota Cirebon bagian selatan. Wilayah selatan tersebut masih minim pembangunan sarana ataupun prasarananya. Perbandingan ini sangat jauh berbeda jika dibandingkan pusat kota dengan pinggiran kota dari fasilitas kesehatan, pendidikan dan kondisi sosial ekonominya.
Dalam masalah ini Pjs Wali Kota Cirebon Dedi Taufik dan Pemkot Cirebon sedang berupaya agar pembangunan di Kota Cirebon merata. Terutama menyikapi pengentasan kemiskinan di daerah terpencil. Upaya itu dilakukan dengan cara menggiatkan pembangunan di wilayah pinggiran.

Selain masalah ketimpangan sosial dan ekonomi, Kota Cirebon juga punya masalah dalam pengelolaan sampah. Dalam 4 hari, sejak hari Kamis (27/08/2018) hingga hari Senin (3/08/2018) sampah di beberapa TPSS belum diangkut, sehingga sampah menumpuk hingga tumpah ke badan jalan di Kota Cirebon. Banyak pengendara yang mengeluhkan masalah ini, karena bau sampah yang tidak sedap membuat pengendara harus menutup hidung dan karena tumpah ke badan jalan ini pengendara yang melintas harus melaju persis di tengah jalan.
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon belum mengangkut sampah dari sejumlah TPSS itu dikarenakan terkendala anggaran. Lebih tepatnya anggaran BBM truk pengangkut yang belum bisa cair. DLS mencatat ada sekitar 22 TPSS dari total 35 TPSS yang saat ini kondisinya overload pada saat diantaranya Jalan Wahidin, Jalan Cipto Mangunkusumo, Jalan Kesambi, Jalan Tuparev, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Evakuasi, dan Jenderal Sudirman. Warga Kelurahan/Kecamatan Kejaksaan, Kota Cirebon, itu berharap tumpukan sampah di TPSS segera diangkut.
Pada hari selasa kemarin (4/08/2018) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Abdullah Syukur, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon dan mereka mengakui itu kesalahan dari mereka sendiri mengenai ketidaknyamanan atas menumpuknya sampah di sejumlah Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS). Kepala DLH mengakui permasalahan ini muncul karena rencana jajarannya untuk memisahkan anggaran BBM truk pengangkut sampah dengan anggaran lainnya yang sebelumnya anggaran tersebut masih disatukan dengan pos anggaran lainnya.
Anggaran BBM truk yang belum bisa cair itu sebabkan perubahan anggaran yang memerlukan SK baru untuk pendistribusian BBM dari SPBU. Selain itu, penerbitan SK baru terhambat karena terbentur libur akhir pekan. Pada selasa (4/08/2018) SK baru sudah diterbitkan dan semuanya sudah normal tetapi DLH meminta waktu kepada masyarakat untuk mengangkut seluruh sampah yang menumpuk di beberapa TPSS di Kota Cirebon.

Pemkot Cirebon sedang merencanakan membuat TPS mobile untuk mengatasi masalah sampah di Kota Cirebon. TPS mobile dikhususkan untuk mengangkut sampah dari limbah rumah tangga dengan warga yang beradius 3 kilometer diperbolehkan membuang di TPS mobile itu. Nantinya truk beroperasi tiap pagi di pemukiman warga. Kepala DLH menilai cara itu dianggap lebih efektif dibanding membuat langsung ke TPSS. TPS mobile mulai beroperasi Oktober 2018, jika berhasil maka pihaknya akan membongkar sejumlah TPSS di Kota Cirebon yang berada di tempat strategis dan pusat keramaian warga.
Setiap Kota atau Kabupaten pasti mempunyai masalahnya sendiri-sendiri dan di Kota Cirebon sendiri masih terdapat ketimpangan sosial antara wilayah pinggiran dengan pusat kota. Saya harapkan agar Pemerintah bisa merencanakan pembangunan sarana dan prasarana untuk pinggiran seperti dalam fasilitas pendidikan dan kesehatan. Dengan dibuatnya fasilitas-fasilitas yang baru mungkin akan membuat lapangan pekerjaan baru seperti hal pendidikan yaitu guru, kesehatan seperti perawat dan lainnya. Meningkatnya peluang pekerjaan akan menurunnya tingkat pengangguran dan menurunnya tingkat kemiskinan. Namun, pembangunan tersebut tidak asal membangun perlu dipikirkan tentang daerah strategis sesuai dengan aturan agar tidak menimbulkan masalah baru.
Kota Cirebon juga mempunyai masalah pengelolaan sampah, saya berharap dengan TPS mobile ini dapat mengurangi penumpukan sampah bahkan tidak terjadi hal seperti ini lagi. Untuk setiap perubahan aturan atau kebijakan seperti anggaran atau lainnya seharusnya pemerintah sudah menyiapkan dengan matang rencana dan kapan rencana akan dilaksanakan agar tidak terjadi hal seperti itu lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Cahyono, Sofyan. Pinggiran Kota Cirebon Minim Sentuhan Pembangunan. JawaPos.com. 15 Maret 2018. 4 September 2018 <https://www.jawapos.com/jpg-today/15/03/2018/pinggiran-kota-cirebon-minim-sentuhan-pembangunan>
Baehaqi, Ahmad Imam. Sejumlah Pengendara Keluhkan Sampah yang Tumpah ke Badan Jalan di Kota Cirebon. TribunJabar.id. 3 September 2018. 4 September 2018 <http://jabar.tribunnews.com/2018/09/03/sejumlah-pengendara-keluhkan-sampah-yang-tumpah-ke-badan-jalan-di-kota-cirebon>
Baehaqi, Ahmad Imam. Kepala DLH Kota Cirebon Minta Maaf Mengenai Tumpukan Sampah di Sejumlah TPS. TribunJabar.id. 3 September 2018. 4 September 2018 <http://jabar.tribunnews.com/2018/09/03/kepala-dlh-kota-cirebon-minta-maaf-mengenai-tumpukan-sampah-di-sejumlah-tps>
Baehaqi, Ahmad Imam. Kerahkan Seluruh Armada, DLH Kota Cirebon Targetkan Sampah yang Menumpuk di TPS Bersih dalam 4 Hari. TribunJabar.id. 4 September 2018. 4 September 2018 <http://jabar.tribunnews.com/2018/09/03/kerahkan-seluruh-armada-dlh-kota-cirebon-targetkan-sampah-yang-menumpuk-di-tps-bersih-dalam-4-hari>
Baehaqi, Ahmad Imam. Pemkot Cirebon Canangkan TPS Mobile untuk Atasi Permasalahan Sampah. TribunJabar.id. 4 September 2018. 4 September 2018 <http://jabar.tribunnews.com/2018/09/04/pemkot-cirebon-canangkan-tps-mobile-untuk-atasi-permasalahan-sampah>
