MARAH, DENDAM, dan MAAF

Ada satu dua hal yang semestinya tak perlu dimaafkan, tak usah dimintai maaf. Biarkan saja lebur seperti api yang bermandi api. Kita akan tetap baik-baik saja meski kau melihat tubuhku diseret ke tujuh penjuru. Dan tak akan pula ada yang berubah dalam hidupku jika melihat lehermu dikampak lalu dilemparkan ke anjing.

Akan selalu ada sesuatu yang tak terjangkau dalam diri kita: permusuhan abadi. Jarak yang tak pernah putus. Kepal yang tak hendak dituntaskan. Marah akan menjadi marah sampai kapanpun. Kita tak perlu menyelesaikan ini dengan berjabat tangan. Dan mengaku diri dhaif bukan berarti kamu harus membungkuk kepadaku, aku tak perlu membungkuk kepadamu.

Sebab dendam semestinya memang kekal. Bawa ini sampai mati. Kenang ini sampai mampus.

pic by wikipedia.org
Show your support

Clapping shows how much you appreciated Pasca H. Winanda’s story.