Senyum!
Tersenyum itu mudah.
Kalau kata Wikipedia, hanya butuh 16 otot wajah untuk tersenyum, sementara untuk cemberut butuh 43 otot. Wikipedia memang bukan sumber yang terpercaya, tapi aku tetap saja percaya kalau senyum itu mudah.
Senyum itu semudah menyapa teman lama, dan semudah membalas sapaan orang asing yang berpapasan dengan kamu.
Senyum itu semudah memakan sushi di akhir bulan, dan semudah melihat wajah puas teman yang menyantap masakanmu dengan lahap.
Senyum itu semudah mandi air hangat setelah hujan-hujanan di Bandung sore hari, dan semudah meminum es kelapa muda di tengah panas terik matahari.
Senyum itu semudah dibelikan nasi goreng gratis, dan semudah membagi setengah rotimu untuk teman yang kelaparan.
Senyum itu semudah melihat teman yang jatuh tersandung dengan konyol, dan semudah melihat temanmu menertawakan jatuhmu yang konyol.
Senyum itu semudah membelai pipi adik bayimu yang masih merah, dan semudah menepuk punggungnya di hari pertama masuk sekolah.
Senyum itu semudah dimaafkan, dan semudah memaafkan.
Senyum itu semudah menerima, dan semudah memberi.
Senyum itu semudah perasaan hangat yang menggerogoti hatimu saat ini, atau setidaknya aku berharap itu yang sedang kamu rasakan.
Bahwa di balik semua sakit dan bimbang yang sedang kamu jalani sekarang, selalu ada hal indah yang akan mampu menggelitik ujung-ujung bibirmu, dan membuat senyum menjadi mudah.
— 25 Juli 2017,
saat tersenyum tidaklah mudah
