Yosuzume

Patricia Romasi
Jul 24, 2017 · 1 min read

Bersembunyi di antara kepak sayapnya
Cium sini, peluk sana
Terbang melintas dari hamparan savana
Karena siapa sudi bernafas dalam hampa?

Burung gereja yang hilang itu
Kecil, lucu;
dimanja, diburu.
Dicari;
dimaki.
Kata mereka bahagia itu banyak bentuknya?
Jika begitu, adakah lambaian tangan bentuk dari bahagia?
Toh, asa pun sudah menyerah.

Aku lelah bersembunyi
Si burung gereja saja sudah terbakar emosi
Rasanya ingin lari pulang —
sebab kalau kamu ingat, kamu pasti tahu aku tidak sekuat elang.


Hei, kamu
Kali berikutnya fajar menyongsong, jangan menengok!
Ingat, itu ilusi
Terakhir kulihat, matahari sudah ditelan bumi.

    Patricia Romasi

    Written by

    sapiosexual, i would say

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade