[😊]

“Ayahku ulang tahun.”

Lelaki di sampingku ini langsung menengok dengan semangat lalu matanya terbuka selebar yang ia bisa, “Oh, iya? Salam ya buat Ayah!”

Aku mengangguk sambil tersenyum senang, “Kira-kira kasih kado apa, ya?”

Kami yang sedang berbaring di atas rumput setengah basah itu akhirnya terdiam sambil memandangi langit, menyaksikan awan yang terlihat berjalan meninggalkan padahal ia diusir sang majikan; angin.

“Kasih sesuatu yang selama ini dia pinginin,” ujarnya tiba-tiba. Aku menoleh sambil mengangkat sebelah alisku, “Kira-kira apa?”

“Ayah cuma pingin—“

“Kasih Ayah waktumu. Cuma itu yang ia pinginin, atau malah yang ia butuh.”

Jantungku tak lagi terasa. Detaknya tak lagi ada. Jatuh rasanya, mencelos, entah di mana.

#RiuhRedam

#Phosphenous