Membaca Al-Quran dengan Tartil

وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا

Dan bacalah Al-Qur`an dengan Tartil [QS. Al-Muzzammil, 73 : 4]

Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu ‘anhu menjelaskan mengenai makna tartil tersebut:

التَّرۡتِيلُ : تَجۡوِيدُ الحُرُوفِ وَ مَعۡرِفَةُ الۡوُقُوفِ

Tajwidul huruf artinya membaca Al-Quran sesuai dengan kaidah tajwid, sedangkan ma’rifatul wuquf artinya faham di mana harus berhenti dan di mana harus memulai.

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ أَنۡ يُقۡرَأَ هَذَا ٱلۡقُرۡءَانُ كَمَا أُنۡزِلَ

“Sesungguhnya Allah menyukai Al-Quran ini dibaca sebagaimana Al-Quran diturunkan”. [HR. Ibnu Khuzaimah]

Kesalahan (Lahn) dalam Membaca Al-Quran

1. Lahn Jali, Kesalahan yang terlihat jelas baik oleh kalangan awam maupun ahli tajwid, seperti:

- mengubah huruf

(Tuhan Segala Penyakit)رَبِّ الْعَالَمِينَ ← رَبِّ الْآلَمِينَ (Tuhan Semesta Alam)

- mengubah harakat

(Engkau beri nikmat) اَنْعَمْتَ dibaca اَنْعَمْتُ (aku beri nikmat)

- menghilangkan tasydid

(hanya Engkau) اِيَّاكَ dibaca اِيَاكَ (cahaya matahari-Mu)

- kesalahan panjang pendek

لَا يُحِبُّ, apabila la dibaca panjang (2 harakat) bermakna tidak menyukai, sedangkan bila la dibaca pendek (1 harakat) bermakna sangat menyukai

2, Lahn Khafi: kesalahan yang tersembunyi, tidak diketahui secara umum, kecuali oleh orang yang pernah mempelajari ilmu tajwid seperti: memantulkan huruf yang bukan qalqalah, berlebihan dalam kadar dengung, menipiskan huruf tebal, berlebihan dalam mentakrirkan huruf ra.

Keutamaan Membaca Al-Quran

عُثْمَانَ — رضى الله عنه- عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ» رواه البخاري

“Ustman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.” (HR.Bukhari)

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ ».

“Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim)

عَنْ أَبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِىُّ رضى الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ…

“Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim).

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Pelajar Muslim’s story.