Unimportant story about me and a guy from anonymous app

2 tahun lalu aku tidak mengira mengenalmu akan mengubah pola pikir bahkan juga sikapku.

salah satu aplikasi anonymous yang pernah aku mainkan 2 tahun lalu membuat aku mengenalmu.

Ah drama. Tapi memang ini adanya.

Aku sempat beetanya tanya, kalau saja aku tidak menginstall aplikasi itu. Kalau saja aku tidak melihat temanku bermain aplikasi itu.

Jadi ini yang namanya takdir?

Memang sudah seharusnya begini kah?

Dulu aku sempat berpikir suka dengan orang yang belum pernah kita temui itu benar benar “lucu”.

Dan akhirnya gue menjadi salah satu hal lucu itu sendiri.

Memangnya apa yang aku suka dari dia sebenarnya?

Well, almost everything

His coldness, his humour (seriously dia benar benar lucu, aku bahkan pernah jatoh dari kursi gara gara ketawa), he is tall, good looking (menurut saya loh), is not smoking (the best thing about him), his kindness.

He could make me laugh literally everyday. And now i miss those jokes and funny stories from him.

I texted with lots of other guy but you are different. Satu-satunya yang bahkan saya ingat sampai sekarang.

Pertamanya kami bahkan tidak mau pindah ke media sosial untuk pindah room chat. Sebagai gadis yang masih dibawah umur waktu itu, minta untuk pindah ke line bukanlah hal yang mudah, ditambah gengsi saya yang tinggi. Pada saat saya meminta untuk pindah, dia menolak secara halus. Tapi tetap saja sakit.

Lalu sampai akhirnya 2 bulan kemudian saya mulai berpikir untuk menghentikan semua ini. Karena saya merasa saya tenggelam di dunia virtual and trust me that is not good for your mental health.

“kak, aku mau berenti main app ini ya hehe, makasih semuanya”

Tebak dia bilang apa?

“ah kok gitu, yaudah minta id line”

And i was like “what dude, why are you doing this to me”

But then finally we move! I was so happy i eveb forgot why i wanted to uninstall that app.

Beberapa minggu chatnya masih biasa aja sampai semuanya jadi seperti sop yang hambar.

Dan semua ini terhenti.

I really want to block him but…. I think i like him that much, i cant erase his contact.

I even search him on other social media.

The way he explain something new for me, the way he talk to me, he is like a big brother. Dia membuat cara berpikir saya lebih dewasa.

Setelah semua berakhir, saya benar benar berbeda dari sebelumnya. I cant really explain it how but yeah i changed. Even my best friends noticed it.

Tapi mungkin ini hanyalah cliché biasa.

Well, i would like to know more about you, my ex virtual crush, but maybe this is how it works, we should forget each other.

Lol i dunno why i write this but yeah, thank you so much for you who have read this lol, bye!

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.