Enggan

Kau berada di belakangku
Berdiam, hanya menatap punggungku
Pandanganmu lurus
Kau tidak berkutik
Seakan kaki tertanam oleh tanah
Lalu kau memanggil namaku
Perlahan pelan, kemudian terdengar jelas
Aku juga begitu, mengetat pada posisiku
Posisiku yang memunggungimu
Yang enggan untuk berbalik ke arahmu
Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?
Kaki saja tidak berkutik, begitu juga hati
Harus tanyakan pada siapa? Atau pada apa?
Sampai sekarang kita masih terdiam
Kau terus saja memanggil namaku, namun tetap pada posisimu
Sementara aku lelah, kemudian menyerah
Kulangkahkan kakiku, lalu mengambil langkah maju
Perlahan, punggungku tidak terlihat lagi olehmu
Kutinggalkan kau dengan posisi bisu

2016

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Suma Maharani Putri’s story.