Pengendalian Diri


Mengendalikan diri akan lebih sulit ketimbang melarikan diri






Pernahkah dalam sebuah pekerjaan anda merasa jenuh, ingin marah, bosan, ingin banting segala sesuatu yang ada di sekitar? Saya dan anda yang pernah atau sedang bekerja di sebuah perusahaan mungkin pernah mengalaminya. Atau bahkan sering.

Baiklah, sebelum amarah saya meledak, lebih baik saya menyempatkan waktu sejenak untuk menulis di sini.

Banyak hal yang bisa dilakukan seseorang ketika menghadapi permasalahan yang sedang terjadi di lingkungan kerja. Antara lain: gesekan dengan rekan kerja, seenaknya rekan kerja menyuruh kita untuk melakukan pekerjaan yang bukan pekerjaan kita, lepas tangan dengan permasalahan yang sedang terjadi padahal itu bukan tanggung jawab kita, kemudian menyerahkan tanggung jawab kepada kita, dan lain sebagainya.

Di lingkungan kerja, setiap orang memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Sesuai dengan porsinya masing-masing. Apabila seseorang sudah merasa diintimidasi dengan keadaan dan situasi yang tak mendukung, tentunya ingin berontak, menjadi tak betah, ingin cepat keluar dari tempat kerja.

Mengendalikan diri dengan keadaan-keadaan yang terjadi di tempat kerja memang tak semudah apa yang diucapkan. Akan tetapi, belajar dari pengalaman-pengalaman yang sudah terjadi, saya mencoba membagikan tips untuk mengendalikan diri ketika emosi sudah tak terbendung lagi. Dan sampai sekarang saya pun masih belajar mengendalikan diri.

Berikut ini yang bisa saya tuliskan sesuai dengan apa yang pernah saya alami:

1. Tarik napas panjang

Menarik napas panjang memang hal yang sangat mudah untuk menahan emosi ketika sudah berada di titik puncak. Lakukan hal ini berulang kali, tapi jangan terlalu lama. Rasanya memang nyesak di dada jika ditahan terlalu lama. Tapi, untuk sementara waktu saja ketika anda tidak ingin marah kepada rekan kerja atau orang lain. Jangan kepada orang lain saja, kepada semua orang terdekat anda jika anda tidak ingin melampiaskan kemarahan secara langsung.

Tarik napas panjang bisa melatih kesabaran. Memang kata orang itu sabar ada batasnya. Alangkah baiknya kan jika sabar itu tetap dipelihara. Dengan catatan, sabar sesuai dengan tempatnya.



2. Melakukan sesuatu yang bisa melampiaskan rasa kesal

Tentunya melakukan sesuatu hal yang positif. Mengalihkan perhatian dengan mencuri waktu selama setengah jam untuk melakukan sesuatu seperti menulis cerita, melampiaskan kekesalan dengan menulis di buku tulis atau mengetik di komputer, menggambar sketsa wajah orang yang dikangeni, atau membuat sesuatu yang iseng seperti menggambar di kulit buah, menggambar kartun, membuat robot dengan binder dan paper klip, mengambil gambar, dan lain sebagainya seperti yang saya lakukan seperti pada gambar di bawah ini. Tidak akan ada yang marah selagi waktu yang anda curi tadi diseimbangkan dengan tanggung jawab anda dengan pekerjaan. Dan tentunya, tidak ketahuan orang lain.




3. Mendengarkan musik melow

Mendengarkan musik dari radio, youtube, atau dari file musik yang anda simpan sedikit mengurangi suasana kesal anda dalam bekerja. Meredam rasa kesal yang tak bisa diungkapkan. Kalau perlu mendengarkan sambil memahami lirik yang sedang diputar.

4. Beralih tempat duduk

Maksudnya adalah sejenak mengalihkan perhatian dengan berjalan-jalan ke tempat rekan kerja yang lain, mengambil dokumen di kotak surat, pergi ke toilet untuk sekadar buang air kecil, atau cuci tangan sambil ngaca dan berbicara dalam hati, “Eh, ternyata wajah gue ganteng”, atau “Eh, wajah gue cantik juga, ya”. Sekadar menghibur diri. Menyenangkan hati memang harus. Sembari tersenyum memandang wajah sendiri.

Kalau kata Pak Dosen, “Jangan ditambahi wajah yang kurang ganteng/kurang cantik dengan tampang cemberutmu”.

5. Berpikir positif

Dengan semua keadaan yang sedang terjadi, jangan menjadi penyebab kita membenci orang. Jangan menyalahkan sesuatu karena sesuatu. Jadikan ini sebagai pelajaran. Memang sih, dalam sebuah ruang lingkup kerja atau lingkungan yang berhubungan dengan orang lain, lebih banyak orang yang tidak suka ketimbang orang yang suka. Tapi, usahakan pikiran kita selalu berpikir positif dengan keadaan di sekitar. Karena itu bisa membuat pikiran kita lebih maju dan tidak terkungkung oleh pikiran negatif melulu.

6. Menulis catatan kecil di post-it

Salah satu pelampiasan yang bisa dibaca oleh semua orang adalah menulis catatan dan penyemangat di post-it. Mengutip kalimat bijak dari orang lain. Lalu dipajang di dinding partisi tempat kerja. Tapi ingat, jika atasan anda tidak menyetujui anda menempelkan post-it di dinding, anda bisa menempelnya di buku catatan.



Semua hal di atas memang bisa dilakukan di tempat kerja. Seperti halnya menabung, di akhir pekan anda bisa melampiaskan kekesalan yang sudah dipendam itu dengan melakukan aktivitas di luar rumah tanpa mengabaikan pekerjaan rumah yang utama.

Jika pekerjaan rumah sudah selesai, anda bisa melakukan hal-hal seperti yang saya lakukan di bawah ini:

• Mengambil gambar dengan kamera DSLR

Mengambil gambar atau memotret, selain sebagai hobi, juga bisa mengurangi rasa stress karena selama lima hari kerja sudah berhadapan dengan banyak permasalahan di tempat kerja. Apalagi jika mengambil gambar makro. Anda bisa fokus dengan gambar serangga, bunga dengan hasil yang menarik. Tak perlu jauh-jauh pergi ke taman bunga dan tempat rekreasi lainnya. Cukup di dekat tempat tinggal anda. Jauh dari keramaian. Sembari menenangkan pikiran, menikmati suasana alam yang masih alami. Blusukan mencari serangga kecil yang belum pernah anda ketahui.


• Rekreasi

Rekreasi juga merupakan salah satu hal yang bisa mengurangi rasa stress. Tentunya rekreasi ke tempat-tempat wisata. Tips saya, lebih baik berwisata ke tempat yang masih alami seperti curug, waduk, pantai terdekat dengan biaya murah meriah. Untuk urusan perjalanan, bisa anda lakukan dengan menggunakan kendaraan yang murah meriah seperti mengendarai sepeda motor, kereta api dengan tarif murah. Tak perlu malas untuk berpergian jauh dengan mengendarai sepeda motor. Arti perjalanan lebih bermakna meskipun harus dibela-belain pergi pada saat cuaca panas di siang hari.


• Olahraga

Nah, olahraga menjadi salah satu pelampiasan rasa kesal anda. Seperti yang sering saya lakukan di akhir pekan adalah dengan bermain Futsal bersama dengan rekan-rekan di tempat kerja. Meskipun saya perempuan sendiri, tapi tak menghalangi saya untuk bermain dengan mereka. Yang bayar perusahaan, untuk kesehatan karyawan, kenapa mesti minder? Toh, yang merasakan sehat itu kita sendiri, bukan orang lain.

Kalau dulu saat masih rajin, saya bermain Badminton dengan rekan kerja juga. Karena sesuatu hal, saya lebih memilih bermain Futsal ketimbang Badminton. Saya sendiri tak suka nge-gym. Jogging apalagi.

Saya sendiri baru sadar selama ini tendangan saya selalu kencang. Saya sering menendang bola kencang, sampai-sampai tangan kiper kesakitan ketika menerima bola dari saya. Rupanya dalam tendangan itu saya juga sembari melampiaskan apa yang saya alami selama ini. Yang paling ngeri adalah ketika saya menendang bola dan mengenai “anu” si pemain lawan. Dulu sering, sampai kesakitan. Jadi tak enak hati saya melakukan itu.


• Membaca buku

Membaca buku seperti cerita perjalanan, novel, sejarah, komik, dan lain sebagainya juga bisa mengalihkan pikiran yang stress untuk fokus mengikuti yang sedang terjadi di cerita.

• Menonton film

Menonton film tak perlu pergi ke bioskop. Bagi saya, membeli sebuah kaset DVD dan menontonnya di rumah jauh lebih menyenangkan ketimbang harus pergi ke bioskop. Di rumah kita bisa menonton seenaknya. Jika hendak makan, tinggal diberhentikan sejenak, lalu lanjut menonton lagi. Filmnya juga tak perlu serius. Film kartun seperti Tinker Bell, petualangan-petualangan, kolosal, action memang menarik. Film drama percintaan jarang saya tonton.


• Bercocok tanam

Bercocok tanam untuk sebagian orang memang menyenangkan. Apalagi kalau orang itu rajin untuk merawat tanamannya. Saya sendiri ingin sekali melakukannya. Hanya saja keadaan belum memungkinkan.


Itulah sedikit tips yang bisa saya tuliskan di sini. Sekadar berbagi untuk anda yang mungkin mengalami hal yang sama seperti yang saya alami.

Seperti kata mantan boss saya, “Jangan putus asa, semakin ditindas semakin dewasa kamu menanggapinya. Anggap saja menguji kesabaran walaupun hal terburuk bisa saja terjadi. Semua serahkan dalam doa.”

Selamat mencoba!