Maaf

Kuhaturkan maaf kepada ibuku
Maafkan anakmu yang telah melihat bumi ini selama hampir 1/3 lamanya Indonesia merdeka, tapi tetap belum mendengar kata syukur bertajuk rasa bangga terucap dari kata katamu...

Kuhaturkan maaf kepada ayahku
Maafkan anakmu yang masi belum bisa membayar hutang materi dan rohani yang dengan mudahnya engkau pinjamkan sebesar kaijuu tapi hanya mengharap kembali sebesar kaki nyamuk...

Kuhaturkan maaf kepada teman-temanku
Maafkanlah temanmu yang belum bisa menjadi sahabat yang budiman untuk kalian pemuda-pemuda yang dielukan Soekarno kala itu...

Kuhaturkan maaf kepada kampusku
Maafkanlah mahasiswamu ini yang belum bisa memberikan prestasi demi nama dan almamater dan hanya bisa sebagai perantara antara dompet orang tuaku dengan rekeningmu...

Kuhaturkan maaf kepada presbemku
Maafkanlah mahasiswamu ini yang terlalu dungu untuk bisa memahami pola pikir seorang pemimpin dalam menjalankan gagasan dan visi pemuda yang kau ucapkan dengan lantangny kepada siswa SMA beberapa minggu lalu...

Kuhaturkan maaf kepada masyarakat Indonesia
Maafkanlah pelayanmu ini yang kebingungan dengan ideologi dan prinsip sehingga memperdebatkan keangkuhan melupakan gaji yang kalian beri agar aku bisa merasakan nikmatnya TA...

Kuhaturkan maaf kepada tetanggaku
Maafkanlah perantau ini yang bahkan hanya mengenalimu dari pagar rumahnya tanpa tahu siapa yang tiap hari menghangatkan dan membersihkan papan itu...

Kuhaturkan maaf kepada warkop
Maafkanlah pelangganmu ini yang hampir tiap malam datang ke ruang milik bersertifikat dan hanya menyisihkan 3 lembar pattimura tapi membuat gaduh ruangmu dari isya' hingga subuh...

Kuhaturkan maaf kepada penjaga parkir masjid
Maafkanlah jama'ah setengah-setengah ini yang membuatmu menjaga kuda besi titipan-Nya dari tangan penyamun berkerah dan hanya bisa kubalas sekedar senyum pencitraan...

Dan terakhir,
Kuhaturkan maaf kepada Sang Pencipta
Maafkan karya-Mu ini yang lalai
Maafkan buatan-Mu ini yang keras kepala
Maafkan ciptaan-Mu ini yang durhaka
Maafkan khalifah-Mu ini yang berbohong
Maafkanlah hamba-Mu ini yang dari pagi sampai pagi berikutnya selalu melupakan alasan kenapa Engkau menciptakanku dan membawaku tuk menapakkan kakiku di ciptaan-Mu yang hanya satu-satunya

Maaf,
Teddy Kurniawan Bahar
Mahasiswa lupa manusia

Like what you read? Give Teddy Kurniawan a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.