2 Juli Kali Ini
Terasa hampa.

Bukan berarti aku sedih karena tidak ada yang merayakan atau mengapa.
Tapi ragaku memang tidak mengandung sedikitpun gairah bahwa besok umurku bertambah 1 tahun.
Dengan rangkaian jadwal sibuk,
rasanya benar-benar biasaㅡseakan besok hanyalah satu hari lain untuk beraktivitas,
tanpa embel-embel apapun.
Mau dirayakan, pun,
waktu luangku raup
karena mengikuti
sekolah penyihir itu.
Hal tersebutlah yang membuatku merasa hampa.
Tapi ku salah,
Ada mereka, di balik pintu
dengan cekikik, menungguku yang
masih terbalut handuk, ku bertanya-tanya....
astaga!
00.02
Nyanyian klise terlantun
ucapan selamat yang tadinya kupikir
tak seberkesan itu
namun, siapa sangka?
di hari terakhir mama dan adikku di sini
saat seharusnya mereka berkemas
(atau setidaknya beristirahat, karena mama selalu mewanti-wantiku untuk tidur cukup, dan untuk adikkuㅡia memang suka tidur.)
Wajah berseri penuh ketulusan
dengan topi-topi lucu bekas properti drama sekolah
dengan lilin yang......?!
hahaha

Keseharianku esok hari sudah terjadwal
hingga malam, bahkan kulanjutkan dengan bimbingan malam
namun, kuawali hari dengan mereka
dengan senang
dengan bahagia
Hari memang masih panjang untukku
tapi tak sedikitpun beban kurasa
2 Juli Kali Ini,
akhirnya ku mengerti
kata-kata orang:
bahagia itu sederhana.

(Walaupun mereka lupa sejenak bahwa tahun ini aku berumur 19, bukan 18. Tapi, aku apresiasi improvisasi kilat mereka dengan pisau.)
bonus: salam dari papa. <3

