Hai Jingga!

Dini Hari

Sesaat aku merasakan bumiku berhenti berputar, bahkan terlepas dari porosnya. Nafasku seketika menjadi tertahan, badan pun sepertinya telah kaku. Hanya mataku masih sanggup terbuka, dan ku lihat Jingga diantara bintang-bintang.

“Apakah senja datang lebih awal hari ini?” Pikirku.

Aku bahagia sekaligus takut, karena senja tak pernah singgah lama di hariku. Senja hanya memberikan keindahannya sesaat, yang kemudian ia pergi menghamba malam.

“Apakah Jingga datang sebagai senja? Ataukah dia pagiku yang tak biasa?”

……..

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.