SURAT INI UNTUK KAMU BACA.


Teruntuk kamu, yang memilih meninggalkan.

Maaf untuk semua kesal, amarah dan sedihmu padaku. Maaf jika aku tak pernah mampu menjadi seperti apa yang kamu inginkan. Aku selalu berusaha memahami jalan pikiranmu. Mencoba dengan segenap hati tentunya. Tapi ternyata itu terlalu sulit untukku. Hatimu terlalu rumit untuk kupahami. Semua cinta yang kupunya tak mampu membuatmu untuk tinggal lebih lama, lagi.

Aku selalu tahu apa yang kuinginkan untuk hubungan ini, tapi inginmu? aku tak pernah bisa menebaknya. Aku selalu mengalah padamu meski kadang ego masih menguasai. Aku selalu ingin hubungan ini bertahan lebih lama. Katamu aku yang paling kamu inginkan, tapi kenapa tak pernah kamu perjuangkan? Apa salahku? Apa aku memang tak layak untuk diperjuangkan? Jika iya, untuk apa dulu kamu kembali?

Maaf jika kali ini aku tak menahan kamu pergi. Aku cuma terlalu lelah. Terlalu lelah mencintaimu hingga lupa dengan hatiku sendiri. Aku harap suatu saat nanti saat kamu sudah lebih dulu menemukan seseorang yang kamu anggap rumah, ingatlah aku sebagai seseorang yang pernah mencintaimu dengan seluruh hati.

Terima kasih sudah pernah menemani, terima kasih sudah pernah berusaha mencintai, terima kasih untuk semua kenangan manis, terima kasih untuk semua air mata.

Semoga bahagia selalu bersamamu. Gunawan Taufiq Lahabu. ❤


Dariku :

Perempuan yang mencintaimu teramat sangat.
Show your support

Clapping shows how much you appreciated Pitty Modjo’s story.