“Terima kasih”

Untuk kamu pemberi harapan palsu.

Sempat terpikir untuk bersama lagi. Kupikir apa yang kurasakan sama seperti yang kamu rasakan. ternyata aku salah. Aku yang terlalu tinggi menggantungkan harapan padamu. Aku memang tipe perempuan yang sulit membaca perilaku laki-laki yang dicintai. Mudah diberi harapan. Mudah pula ditinggalkan begitu saja tanpa alasan.

Cinta kali kedua atau hubungan kali kedua dengan seseorang dimasa lalu yang terjadi dengan indah sesuai harapan, kurasa hanya ada di ftv atau cukup di lagu saja. Karna pada kenyataannya sama skali tidak indah atau bahkan lebih sakit dari sebelumnya.

Sekarang aku paham ada pepatah yang mengatakan “menjalani kembali kisah yang sudah lewat itu , sama saja seperti membaca buku dua kali”. Kita sudah tau endingnya tapi tetap saja dijalani.

Iya, hari ini aku menangisinya lagi. Sepertinya aku belum paham juga, cara pemberian harapan palsu darinya.

“Sayang banget, setia banget atau bego banget?”.

Mungkin aku yang bego banget ya? haha. Kadang aku kasihan pada diri sendiri. Sudah sering ku ucapkan “berhentilah mencintai dia”. Tapi yang aku dapati adalah hati tetap berkata “Aku mencintai dia”. Seberapa buruk atau seberapa banyak aku diberi harapan palsu.

Sekarang aku cuma ingin, kalau aku bukan perempuan yang kamu inginkan, jangan beri lagi aku harapan palsumu. Sekarang aku izinkan kamu menghapus segala tentang aku, agar aku pun terbiasa tanpa mengetahui semua tentangmu. Karna aku juga ingin bahagia seperti dirimu.


Manado, 9 Oktober 2016

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.