Laporan Observasi Permasalahan

Laporan mengenai hasil kegiatan observasi akan dimulai dari observasi di Terminal Leuwipanjang. Secara umum, aktivitas masyarakat di terminal Leuwipanjang pada malam hari tidak begitu ramai sehingga masalah-masalah yang menonjol kurang dapat teramati. Kami berusaha mencari permasalahan di sana melalui interaksi langsung terhadap masyarakat dengan berbagai profesi seperti pedagang, supir bus, dan pengelola terminal. Dari sudut pandang pedagang kami tidak mendapatkan masalah yang begitu signifikan karena kebetulan daerah terminal yang kami kunjungi adalah daerah yang tingkat ketertiban pedagangnya cukup baik, satu-satunya yang terlihat sebagai keluhan pedagang adalah konsumen yang jumlahnya tak menentu sehingga penghasilan mereka di sana pun tak menentu. Akan tetapi terdapat masalah yang nampak berdasarkan observasi kami pribadi yakni masalah sampah atau kebersihan. Sampah-sampah yang dihasilkan dari setiap lapak pedagang belum dikelola dengan baik sehingga terkesan seperti setiap lapak tersebut menghasilkan sampah yang dibuang sembarangan. Berikutnya, beralih ke sudut pandang supir bus. Supir bus di terminal Leuwipanjang bisa dikatakan adalah yang paling banyak menyampaikan keluhan. Hal tersebut disebabkan oleh sistem kerja yang menurut mereka belum mengutamakan hak-hak mereka, contohnya seperti minimnya tunjangan, minimnya fasilitas untuk beristirahat, porsi kerja yang terasa tidak sepadan dengan penghasilannya, peraturan-peraturan kerja yang memberatkan, dan sebagainya. Lebih parahnya lagi, mereka tidak memiliki kesempatan untuk menyampaikan keluhannya kepada pihak pengelola karena dari informasi yang kami terima supir-supir bus terminal Leuwipanjang pernah mengadakan unjuk rasa yang berujung pada pemecatan, sehingga hal tersebut menyebabkan efek trauma bagi supir-supir yang sekarang masih bekerja. Berikutnya, beralih ke sudut pandang pihak pengelola terminal. Menurut mereka kondisi terminal Leuwipanjang saat ini secara umum sudah lebih baik dari sebelumnya. Fasilitas dan infrastruktur yang terdapat di terminal sudah banyak mengalami perbaikan, kualitas perawatan terhadap bus-bus yang ada di terminal telah lebih baik, dan aspek keamanan di lingkungan terminal juga sudah lebih baik. Akan tetapi, ada sebuah masalah yang bisa dikatakan memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap berbagai lapisan masyarakat di terminal Leuwipanjang, yakni menurunnya minat konsumen terhadap moda transportasi bus akibat banyaknya alternatif moda tranportasi yang ada saat ini. Dari seluruh hasil observasi ini, kami memilih untuk memfokuskan diri pada sudut pandang yang memberikan permasalahan paling banyak, yakni sudut pandang supir bus, dan berusaha menganalisisnya dengan metode analisis fish bone. Sebut saja yang menjadi masalah utamanya adalah kondisi kesejahteraan supir dan kondektur bus di terminal Leuwipanjang. Hasil analisis kami mengategorikan permasalahan yang menyangkut kesejahteraan supir dan kondektur bus menjadi lima aspek, yakni dari aspek kepedulian pengelola terhadap pekerjanya, keselamatan kerja, regulasi, kemanusiaan, dan kondisi eksternal. Pada aspek kepedulian pengelola terhadap pekerjanya terdapat masalah-masalah seperti minimnya tunjangan yang terlepas dari jam kerja, minimnya fasilitas yang dibutuhkan pekerja untuk bisa beristirahat, dan minimnya penghasilan pekerja. Pada aspek keselamatan kerja terdapat masalah-masalah seperti uji kelayakan kendaraan yang tidak ketat dan kurangnya intensitas perawatan terhadap kendaraan. Pada aspek regulasi terdapat masalah-masalah seperti inkonsistensi terhadap peraturan yang telah ditetapkan dan peraturan-peraturan teknis yang menghambat supir dan kondektur bus untuk dapat mencari penghasilan lebih banyak. Pada aspek kemanusiaan terdapat masalah-masalah seperti tidak didengarkannya suara tuntutan pekerja kepada pihak pengelola yang justru dapat berakhir dengan pemecatan dan porsi kerja yang sangat tinggi. Pada aspek kondisi eksternal terdapat masalah-masalah seperti menurunnya minat konsumen terhadap moda transportasi bus dan meningkatnya intensitas persaingan bisnis di bidang jasa transportasi. Berdasarkan hasil analisis kami di atas, kami menyimpulkan bahwa yang menjadi akar permasalahan terkait mengkhawatirkannya kondisi kesejahteraan supir dan kondektur bus di terminal Leuwipanjang adalah meningkatnya intensitas persaingan bisnis di bidang jasa transportasi. Menurut kami, masalah inilah yang menyebabkan masalah-masalah lainnya terjadi karena dari semua permasalahan yang ada secara umum selalu berkaitan dengan kondisi keuangan baik dari pihak pekerja maupun pihak pengelola, sehingga apabila kondisi keuangan memburuk yang dengan kata lain adalah akibat dari meningkatnya intensitas persaingan bisnis maka seluruh permasalahan di atas akan selalu terjadi. Solusi dari akar permasalahan ini adalah peningkatan kualitas pelayanan dari terminal Leuwipanjang itu sendiri terhadap para konsumennya, pemerintah juga sudah seharusnya ikut berkontribusi dalam peningkatan kualitas ini misalnya melalui pemberian dana bantuan, pengadaan atau pengembangan fasilitas dan infrastruktur terminal, dan lain sebagainya, sehingga terminal Leuwipanjang tidak kalah bersaing dan kesejahteraan pekerjanya dapat terjamin.

Observasi berikutnya berlokasi di Pasar Andir. Aktivitas masyarakat di pasar Andir pada malam hari cukup ramai, khususnya dalam kegiatan jual beli. Dari pengamatan kami terlihat satu masalah yang sangat menonjol yakni lapak-lapak pedagang di pasar Andir ini menggunakan ruas jalan raya yang seharusnya diperuntukkan bagi lalu lintas kendaraan sehingga sangat berpotensi untuk menyebabkan kemacetan. Untuk mencari lebih banyak permasalahan, kami berusaha berinteraksi secara langsung dengan pedagang-pedagang yang ada di pasar Andir. Sudut pandang pedagang-pedagang di sana cukup beragam, ada pedagang yang secara umum merasa baik-baik saja dengan keadaan pasar saat ini, tetapi ada juga pedagang yang mau memberikan keluh kesahnya secara terbuka. Keluh kesah yang kami terima dari salah satu pedagang di pasar Andir telah kami analisis menggunakan metode analisis fish bone. Masalah utama yang kami pilih adalah masalah terkait kenyamanan dan keamanan pedagang selama berjualan di pasar Andir. Hasil analisis kami mengategorikan permasalahan yang menyangkut kondisi kenyamanan dan keamanan pedagang pasar Andir menjadi tiga aspek, yakni aspek pengelolaan pasar, regulasi, dan kondisi eksternal. Pada aspek pengelolaan pasar terdapat masalah-masalah seperti tidak adanya tempat khusus untuk bongkar muat barang, tidak ada petugas keamanan yang resmi meskipun para pedagang telah membayar uang iuran keamanan, sistem elektrifikasi yang masih buruk, sistem saluran air yang masih buruk, dan sistem pengangkutan sampah yang masih buruk. Pada aspek regulasi terdapat masalah-masalah seperti fasilitas lapak yang tidak sebanding dengan uang pangkal yang telah ditetapkan, tidak ada aturan yang jelas terkait siapa saja yang memiliki hak untuk berjualan di pasar Andir, dan tidak ada pihak pengelola yang resmi. Pada aspek kondisi eksternal terdapat masalah-masalah seperti maraknya tindak pungutan liar yang dilakukan oleh preman-preman di pasar Andir dan jumlah konsumen yang relatif lebih ramai apabila berjualan di trotoar jalan. Berdasarkan hasil analisis kami di atas, kami menyimpulkan bahwa yang menjadi akar permasalahan terkait mengkhawatirkannya kondisi kenyamanan dan keamanan pedagang selama berjualan di pasar Andir adalah tidak adanya peraturan-peraturan yang resmi dan jelas serta tidak adanya petugas yang bertindak sebagi penegak aturan. Menurut kami masalah inilah yang menyebabkan masalah-masalah lainnya terjadi karena tanpa adanya peraturan-peraturan yang resmi dan jelas disertai petugas penegak aturan tersebut permasalahan yang telah disebutkan sebelumnya akan terus terjadi. Solusi dari akar permasalahan ini adalah diadakannya peraturan-peraturan yang resmi dan jelas lengkap dengan petugas penegak aturannya, dalam kasus ini pemerintah sudah seharusnya turun tangan dalam memberantas premanisme di pasar baru kemudian menetapkan peraturan yang resmi dan jelas terkait mekanisme berjualan di pasar Andir, tak lupa pula peraturan tersebut dilengkapi dengan petugas yang berwenang dalam menegakan aturan sehingga pedagang-pedagang di pasar Andir dapat merasakan ketenangan selama mereka berjualan karena seluruh kegiatannya telah diatur dan dijamin oleh peraturan yang resmi dan jelas.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Prajaka Trimandiri Putra’s story.