Dari Grafis 8-bit Hingga 3D

Apakah kalian tahu game Super Mario Bros yang ketika mendapatkan sebuah “jamur” dia akan menjadi lebih tinggi? Apakah kalian tahu game Battle City yang berperang menggunakan tank untuk melindungi lambang “Garuda”? Jika pernah maka aku ucapkan selamat, karena masa kecil kalian sangat bahagia (Yeay).

Mario dalam bentuk 8-bit

Yap itulah salah satu game yang pernah aku mainkan ketika aku masih usia 4 tahun, yang ketika tahun 90'an game tersebt menjadi primadona anak-anak. Bahkan sampai saat ini game Super Mario Bros masih tetap dimainkan untuk ajang kompetisi menyelesaikan permainan sampai pemain isa mengalahkan Bowser si antagonis utama. Tapi kali ini aku tidak akan menceritakan bagaimana serunya Super Mario Bros (bakal panjaaang), tapi aku akan menceritakan bagaimana serunya perkembangan grafis pada game anak 90'an yang mungkin tidak diketahui kids jaman now.

Konsol Pertamaku

Orang sering bilang ini Gimbot

Masih ingat dengan konsol satu ini? Gimbot atau gamewatch adalah salah satu konsol yang sering dimainkan oleh anak-anak era 90'an. Gamesnya pun sangat beragam dan bervariasi. Salah satunya adalah tetris, yang pernah kumainkan saat itu. Meskipun dengan grafis yang hanya berwarna hitam, kotak-kotak, bagiku itu adalah pengalaman yang luar biasa bisa melihat gambar yang bisa kita gerakan (wkwkw).

Retro Game

Game Retro Nintendo

Beranjak dari masa gelap yang penuh kehampaan, sekarang kita berada pada dunia yang lebih hangat nan berwarna. Berkat perusahaan Namco pada tahun 1974 yang menciptakan Galaxian, game yang memiliki warna pertama kali. Berkat inovasi yang dilakukan oleh Namco, banyak perusahaan-perusahaan game yang berlomba-lomba untuk menciptakan inovasi game yang memiliki warna.

Dengan segala keindahannya game retro pun sangat digemari oleh berbagai kalangan pada masanya, bahkan sampai sekarang masih banyak orang yang memainkan dan menggemari game tersebut, termasuk aku. Banyak orang-orang membuat suatu forum untuk membahas game-game retro. Tak jarang ada orang yang rela membeli konsol jadul yang mahal hanya sekedar untuk koleksi.

Banyak video game retro yang telah kumainkan, diantaranya Super Mario Bros 2, Contra, Megaman, Sonic the Hedgehog, Pokemon, Donkey Kong, Paper Boy, dan lainnya.

Era Playstation

Era keagungan Sony pun dimulai. Waktu itu aku sedang duduk dikelas 2 SD dan tiba tiba orang tua ku memberikan bingkisan, setelah kubuka ternyata konsol PS 1 yang berwarna putih. Dengan penuh kegembiraan, langsung kucoba konsol yang sedang ngetrend itu dan memainkannya. Game yang pertama kali aku mainkan adalah game Need for Speed 2.

Gameplay yang lebih dinamis serta grafis yang lebih membentuk menjadi kunci sukses PS1 di tahun 90'an. Mungkin kids jaman now tidak pernah merasakan kerennya grafis di PS1 ini setelah mengalami transisi dari Gimbot. Sehingga seringkali aku lupa waktu memainkan game dan sempat tidak boleh memainkannya kecuali hari libur sekolah (hehe).

Tidak puas dengan PS1, pihak Sony melakukan inovasi dengan menghadirkan produk baru yaitu PS2. Dengan menghadirkan grafis lebih detail daripada pendahulunya, PS2 membuat anak-anak generasi 90'an memberikan mimpi untuk memiliki konsol yang satu ini, termasuk aku. Tetapi walaupun begitu kita menemukan solusi yang sangat membantu yaitu dengan cara pergi ke tempat rental PS2, meskipun sering dimarahi oleh emak.

Evolusi Konsol Playstation

Rantai evolusi masih berlanjut, Sony mengeluarkan lagi konsol yang memiliki spesifikasi tinggi yang digunakan untuk merender grafis dengan kualitas yang sangat luar biasa. PS3 yang sudah memperlihatkan video game yang grafisnya sangat-sangat keren, dan sekarang PS4 grafiknya lebih “asli” lagi.

Mungkin sekian dulu ceritaku kali ini, tunggu kisahku selanjutnya….

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.