Menggerek Setia

Terpahat kerinduan

kilauan resah membangunkan ku

dibalik wajah itu,

kuharap wajah itulah yang kan menemani ku menggerek setia.

gugusan kerikil masih bertaburan

di sudut jalan ia menggodaku

kulangkahkan kaki ku semakin kencang

sementara ku bertahan membuka keran masa depan

disisi lain pikir ku menjelajah

mengalir disetiap sekat gerik mu

berharap bayang itu tak terlepas dari kepalan

mungkin wajar celoteh ku liar

karna kita sadar jarak tak sedekat kemarin

berharap kau pupuk setia dengan cita

berharap dibalik muka itu senyum itulah yang bersarang

bukan benci, rintih, caci, bahkan khianat tercela

jangan kau redupakan cahaya

dengan perpayung cahaya yang lain

jika tak mungkin bagi mereka

maka tak sampai detik ini tangan kita terjabat

jika sulit yang menggoda mu

maka apa arti ribuan peristiwa yang kita menangkan

tak dekat

tapi bayang mu selalu menyelimuti ragu ku.

Like what you read? Give Yofi Pranata a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.