#PriaHijrah S01:E07 Duka Dua Jiwa

Ketika ujian cinta sesama, melanda siapa saja

“Bagaimana mungkin gue mau menikahi wanita kalo udah nggak ada ketertarikan sama sekali sama mereka, To!”

Tanto terhenyak. Tubuhnya mundur.

“Gue gay, To…,” tak kuasa buliran hangat menitik di wajahku. “Gue gay…,” ulangku sendu, “…dan gue nggak peduli setelah lo mendengar ini lo bakalan ninggalin gue sebagai sahabat ato nggak…,” aku menyusut rintik-rintik basah yang kian deras mengucur.

Tanto tercenung. Dia masih limbung dalam keterkejutannya.

“Gue capek, To…,” aku mulai tergugu. “Gue capek berlaga straight di hadapan lo sementara gue gay…,” tangisku pecah. Duhai Allah… kuatkan jiwa rapuh hamba….

“Al…,” Tanto membuka suara. Inikah saatnya? Tanto berbisik lirih di dalam hati.

Mataku sembab dengan air mata.

“Lo nggak sendirian…,” mataku memicing mendengar kalimat Tanto yang lemah ini. “I am gay as well….

Aku terpana.

Tanto. Sahabatnya satu asrama dulu di pondok. Santri teladan. Gagah. Idola para Santriwati. Striker sepak bola yang handal.

Sekarang aku mengerti, mengapa status lajang masih tersemat di usianya menjelang kepala tiga.

“Bukankah dalam Islam nggak ada pacaran, Al…?” terngiang kembali alasan Tanto mengapa tampak belum memiliki teman dekat wanita. Saat itu, aku merasa alasan tersebut terdengar masuk akal, bahkan begitu syar’i. Namun, inikah cara dia menyembunyikan identitas aslinya…?

“Tapi gue lagi ikut pendampingan…,” Tanto berusaha tegar. “…untuk meluruskan kembali fitrah yang memang telah Allah gariskan….”

Panas menggelayut jendela jiwaku tatkala mendengar ketangguhan Tanto.

“Lo kebayang, gue mesti ghoddul bashor kalo lagi ngisi pengajian yang di antara jama’ahnya ada cowok yang bertampang bening…?” senyum kecut menggaris di bibir penuh Tanto. “Gue lebih tersiksa, Al…,” nada suaranya parau. Di sana, anak sungai telah menuruni garis wajah tegasnya. “Apalagi gue udah kadung dianggap Ustadz…,” derai tangis meledak. Isaknya menyayat.

Duhai Allah… kuatkan hamba dam sahabat hamba yang satu ini….

SEKIAN

Picture Courtesy of Picjumbo