Dear Makassar

I’m leaving you

saya tahu, kita sudah lama bersama-sama dan kita sudah bersama sejak 15 tahun terakhir, tapi kali ini saya benar-benar harus pergi. bukan! ini bukan karna dirimu tetapi ini menyangkut diriku. saya senang menginggat kenanggan kita bersama adalah saat saya begitu asing untuk banyak orang dan kau menerima saya seperti menerima seseorang yang sejak lama dikenal dan penuh sayang.

saya menyukai hal sore di pantai losari serta memesan pisang epe, jika kita begitu lapar, dan memutuskan menuju kios semarang memesan chichken wigs dan tentu saja beberapa bir. atau kita akan datang bertemu beberapa teman di pasar sabtu. kita tau kita tumbuh melihat rumah-rumah berubah menjadi kios dan ruko-ruko. dan aku tetap mencintai kamu.

seperti hal dasar cinta : kita tidak perna tau alasan jika di ajukan pertanyaan. kenapa bisa saya begitu mencintai kamu. saya hanya menyebut “saya mencintai kamu”. hanya itu. makassar lebih dari rumah ke dua.

ada hal yang menyangkut diriku yang perlu saya selesaikan. bukan saya tidak lagi mencintaimu. hanya saja saya harus pergi. hanya itu

Makassar, i’m leaving you.