Pikiran 23:32 pm
Manusia dengan segala rasionalitasnya seringkali terlalu banyak menuntut. Padahal tidak satupun dari mereka mengetahui rencana-Nya, kita hanya wajib percaya.
Menuntut untuk disegerakan segala sesuatunya, yang tak jarang memaksakan diri melalui jalan-jalan pintas yang justru menurunkan integritas.
Kata sabar terkesan hilang dari kamus hidup, digantikan dengan ambisi dan kompetisi. Bukan tidak boleh, bukan juga berarti buruk. Mungkin sebagian orang memang kurang mengenal sabar dan proses yang perlahan hingga titik darah penghabisan.
Semua berkompetisi, saling mendahului, menyebabkan yang lainnya merasa tertinggal bahkan menyesal. Jika sudah begini, kemanakah semua akan bertepi?
Memilih mengikuti keriuhan atau sejenak menuju ke tepian adalah pilihan. Pilih saja mana yang nyaman. Masing-masing berkuasa atas dirinya, juga hidup dan kehidupannya.
Dukungan dari orang sekitar adalah kekuatan, jangan biarkan kata-kata kebaikan dan motivasi tenggelam dalam keriuhan pikiran. Satu hal yang perlu selalu disadari, kamu tidak sendiri.
Selamat beristirahat, kawan :)
