
Rebranding Bisnis Anda dengan 5 Langkah Tepat
Proses rebranding bisnis maupun perusahaan tentu membutuhkan kajian mendalam, karena hal ini bukan sekedar mengganti desain logo namun lebih kepada bagaimana supaya rebranding ini memberi dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis Anda. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan.
1. Lakukan Evaluasi & Riset Terlebih Dahulu Sebelum Memutuskan Rebranding Bisnis
Apakah Anda ingin menjangkau pasar yang lebih luas? Ingin lebih update dengan situasi bisnis saat ini? Atau terjadi pergantian manajemen akibat merger? Hal-hal tersebut bisa mendasari pertimbangan mengenai urgensi rebranding.
Namun jangan dulu tergesa-gesa membuat keputusan rebranding, sebelum melakukan riset. Apalagi bila saat ini bisnis Anda memiliki *positioning yang cukup baik dengan target market yang jelas.
Cakupan riset Anda bisa menyangkut hal-hal berikut:
- Keinginan & kebutuhan customer Anda
- Pendapat customer mengenai bisnis Anda
- Aset yang bisnis Anda miliki
- Pendapat internal karyawan terhadap bisnis & brand Anda
- Produk & jasa dari kompetitor
- Apa yang masyarakat pikirkan tentang bisnis & brand Anda
Kotler (1997: 262): “Positioning is the act of designing the company’s offer so that it occupies a distinct and value placed in the target customer mind”
2. Komunikasikan Wacana Rebranding Bisnis dengan Para Pemegang Saham
Komunikasi yang baik memegang peranan penting dalam segala hal, termasuk dalam berbisnis. Libatkan semua orang yang berkepentingan dengan proses rebranding dari awal hingga akhir, mengenai
- Timeline
- Key objectives
- Relevansi dengan riset yang Anda lakukan sebelum mengambil keputusan rebranding
- Perubahan pada competitive positioning
- Implikasinya terhadap departemen/ divisi tertentu
Dengan begitu, semua pihak akan terinformasi dengan baik sehingga memudahkan ketika proses rebranding benar-benar dijalankan.
3. Susun Daftar Rencana Rebranding Bisnis
Setelah mengidentifikasi alasan rebranding bisnis, Anda perlu menciptakan rencana kerja yang menguraikan cara untuk mencapai target.
- Mengganti logo & keseluruhan branding cetak pada berbagai aset kantor, stationary dan media lainnya seperti kartu nama, brosur, flyer, hingga katalog.
- Menciptakan moto baru, sebagai upaya mengikuti perkembangan pasar & jaman.
Contoh:
Tahun 1975-an, sosro memperkenalkan tagline pertamanya: Pelepas dahaga asli
Tahun 1985, tagline sosro berubah menjadi: “Hari-hari Teh Botol”
Tahun 1997, “Ahlinya Teh”
Tahun 2000 “Apapun makanannya, Minumnya Teh botol sosro”
- Memperkenalkan nama baru. Search engine BackRub yang pertama kali diciptakan tahun 1996 berganti nama menjadi Google, 2 tahun kemudian. Penciptanya, Larry Page dan Sergey Brin mengambilnya dari kata “googol”, sebuah istilah dalam bidang matematika.
- Citra dan reputasi. Perhatikan bagaimana Gojek dari jasa ojek online dan antar barang berkembang menjadi jasa belanja, cleaning service, hingga jasa tebus resep obat.
- Kemasan baru. Berhati-hatilah dengan hal ini. Tropicana diketahui secara luas telah merugi sebesar 50 juta dolar ketika memperkenalkan kemasan jus jeruk barunya di tahun 2009. Mereka kembali menggunakan kemasan awal kurang dari sebulan setelahnya.
- Produk baru. Postshop yang merupakan pengembangan bisnis ritel yang diimplementasikan untuk merubah image Kantor Pos Indonesia konvensional menjadi kantor pos modern dengan pola layanan one stop shopping.
4. Dokumentasikan Seluruh Proses Rebranding dengan Baik
Dokumentasi yang dimaksud di sini adalah secara catatan tertulis. Langkah penting yang dapat menyelamatkan Anda bila saja di kemudian hari terjadi hal yang tidak diinginkan. Anda bisa gunakan tool seperti Evernote untuk kebutuhan ini.
Sekali lagi, catatlah segala sesuatu dari awal wacana rebranding, saat proses rebranding bisnis berjalan, hingga akhirnya nanti disosialisasikan kembali kepada khalayak.
5. Sosialisasikan Rebranding dengan Baik
Terdapat beberapa cara yang perlu dan harus dilakukan, berkaitan dengan sosialisasi rebranding sebuah bisnis:
- Internal PR campaigns — Setelah para pemegang saham, kalangan internal karyawan adalah pihak yang harus terinformasi dengan baik mengenai proses rebranding. Karena merekalah representasi dari bisnis Anda. Buatlah agenda meeting, presentasi video, atau pengumuman resmi lewat email.
- External PR campaigns — Anda bisa lakukan publikasi media berbayar, mengirimkan email kepada klien, hingga social media post and blog.
- Launch Parties — Undangan makan siang atau makan malam untuk klien, karyawan, media, dan komunitas.
Dari deretan perubahan besar yang akan diberlakukan pada proses rebranding, yang juga perlu diperbarui tentunya adalah semangat kerja pada diri dan tim Anda.
