Yang Penting Seimbang

Patricia Levyta
Nov 8 · 1 min read
Potret diri, difoto oleh Eko Wahyulianto

Perbedaan bukan perihal menjadi yang menang atau yang kalah. Sekarang aku tahu, seribu hari yang sudah, ternyata bukan untuk menjadi sama, tapi seimbang.

Terkadang aku ingin menjadi wajar seperti yang lain. Tidur karena orang lain sudah tertidur, percaya karena orang lain percaya. Tapi, bukankah akan selalu ada yang menilai tidak wajar hal-hal yang kita anggap wajar?

Berbuat baik saja lah, jangan terbalik. Hal-hal baik tidak akan mengingkari dirinya sendiri, bukan? Tapi, bukankah akan selalu ada yang menilai tidak baik hal-hal yang kita anggap baik? Ah!

8/11

Written by

no question, no answer.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade