
curhatan panjang tapi tidak penting
“cafe/perpustakaan/bandara?”
“kalau lagi kangen bawa aku ke bandara aja, nanti beli kopi kalengan terus duduk tunggu pesawat terbang lewat”
“ah jawaban nya kok gitu”
sehari setelah pulang ke Makassar, saya melakukan ritual pindahan pindah kos tepat nya. emang ngga jauh masih dekat dari kampus (jalan kaki 15 menit nyampe) cuma beda jalan aja sama kos saya yang lama. tapi ternyata… perbedaan tempat tinggal mulai dari segi orang-orang nya dan bagaimana perasaan saya disana tetap aja mengandung unsur unsur “yah pindah..beda lagi deh”
kalau kalian tau mungkin di snapgram saya seringkali mempost gambar pesawat yang tidak sengaja lewat di udara tepat dekat dengan kos saya yang lama, dahulu kalau sore hari saya sering kali duduk di depan kos hanya untuk melihat senja dan menunggu pesawat lewat. kalau hari libur ritual tersebut bisa lebih lama kadang kalau sedang menjemur pakaian saya sering juga menemukan pesawat yang sedang lewat (lengkap dengan roda nya yang sudah keluar) dan bersiap turun menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
for your information, Unhas kampus saya memang jarak nya dekat dari bandara. kalau lagi sore hari pun dan berada di dalam kelas saya masih bisa liat pesawat lewat (walau kecil dan tidak terlihat dengan jelas)
saking sering nya melihat pesawat saya jadi hafal dengan nama maskapai pesawat yang sedang lewat hanya dengan melihat bagian ekor nya. saya senang lihat pesawat terbang.. saat saya melihat pesawat terbang yang sedang lewat saya suka membayangkan kalau ada di dalam pesawat tersebut, saya membayangkan tentang mereka yang pergi atau mungkin pulang dalam sebuah perjalanan udara. dan “kesenangan yang sangat sederhana” itu bisa saya temukan di kos lama saya.
saat pindah kos seperti yang pertama dilakukan, saya mencoba (lagi) untuk beradaptasi. mulai dari tetangga sebelah kamar, bunyi-bunyi sekitar tempat kos yang lebih ramai dibandingkan tempat kos saya yang lama, bahkan keberadaan warung terdekat saat lapar menghinggapi perut saya.
semua nya perlu adaptasi, dan pembiasaan.
intensitas saya melihat pesawat terbang juga tidak lagi ada, kemarin malam saya menginap di rumah teman saya. di belakang rumah nya ada sawah yang tidak terlalu besar saya senang lihat sawah! hijau! lalu beberapa menit kemudian pesawat lewat melewati gumpalan awan yang dimata saya seperti tempat tidur dari kapas yang sangat nyaman! (hadeu imajinaseh~) saya jadi excited sendiri. terus saya jadi mikir.. ternyata kangen juga ya melakukan hal sederhana yang menyenangkan seperti ini :)
tapi yaudah, jalanin aja. toh saya udah terbiasa dengan segala bentuk tentang pindah. yang sekarang harus saya pelajari mungkin hanya tentang bagaimana “cara menemukan bahagia sederhana versi tempat kos yang baru”
lagipula kalau tidak pindah kita tidak akan menghargai hal yang dulu pernah kita lewati bukan? hehe
