semenjak kenal dengan pelukmu

-aku berhenti untuk tidur sendiri

Puan kelana
Aug 28, 2017 · 2 min read

bantal di kamar ku tidak pernah ada yang sehangat saat kepala ku rebahkan tepat di dadamu, kalau mau bercerita tentang lelah nya hari ini. hanya dinding dan langit langit kamar yang mendengar tapi tak ada yang menjawab dengan bahasa juga tatapan mata yang aku harapkan.

di kamar baru ku, ku undang teman teman ku untuk menginap. siapa saja, tapi tentu nya mereka ialah wanita.

tidur sendiri memang tidak menyenangkan,

kau pulang dan membuka pintu kamar.

melihat benda-benda mati yang tak bisa di ajak untuk berdiskusi mengenai impian di masa muda, musik kesukaan atau lelah nya tugas kuliah yang menghampiri mu di semester kali ini.

tidur sendirian

sebagus apapun alas kasur nya, tidak lah menyenangkan.

kau butuh selimut tapi tak kunjung terlelap dengan nyenyak, kau peluk guling mu seperti kau peluk seseorang yang mungkin jauh dari mu.

kau mungkin lupa, guling tidak bisa memberikan kedamaian. hanya kapuk bukan kulit manusia yang bisa memerah saat kau puji karna cantik nya bukan?

sudah,

tulisan ku terlalu vulgar. nanti apa kata orang. kau pasti tau toh zaman sekarang mulut lebih lihai berkomentar di bandingkan ponsel pintar milik mereka?

yang jelas tidur sendirian memang tidak menyenangkan. itu semua terjadi setelah tubuhmu mengajarkan ku bagaimana kasur bukan hal yang benar-benar aku butuhkan saat diri ini butuh tempat untuk beristirahat.

give me a hug? can i?

)

Puan kelana

Written by

1500KM • senang menulis dan membaca, untuk keduanya sering kali lupa.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade