T(akut)

malam tadi, tidur ku pagi lagi.

Puan kelana
Jul 21, 2017 · 1 min read

tidak nyenyak, banyak kekhawatiran yang menjulur seperti akar-akar tanaman yang ibu ku sirami tiap sore hari.

sebenarnya saya juga ragu, takut. perasaan seperti ini acap kali saya rasakan ketika saya akan melangkah pergi meninggalkan rumah, bodoh ya?

padahal kalau memang kau baca ini, saya lah dulu orang yang bersih keras ingin keluar dari rumah dan menjajal dunia dengan alasan pendidikan.

terkadang, saya menemukan diri saya dengan segala ke-terasingan. saya bukan nya takut akan kesepian dan sendirian, saya hanya tidak bisa lagi membayangkan apa yang 6 bulan kedepan akan terjadi setelah saya keluar dari rumah ini.

merantau benar-benar menempa diri saya menjadi sosok yang berbeda.

sayang nya, banyak hal dari ketakutan tersebut yang saya tidak bisa ceritakan disini. tapi mungkin bisa di lain waktu, di suatu sore hari yang teduh..

di sebuah kedai kopi sederhana, warkop juga tidak apa-apa..

karna saya hanya butuh seorang teman bicara tentang segala ketakutan-ketakutan ini.

curhat di media social ternyata ada batas nya yah?

hehe :)

)

Puan kelana

Written by

1500KM • senang menulis dan membaca, untuk keduanya sering kali lupa.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade