untuk setiap kepulangan yang di dalam nya berisi pelukan hangat, buku sastra favorite ku atau jalanan kota yang pernah kita telusuri bersama.

Sekiranya saya memang harus ber-terimakasih oleh Tuhan dan semesta, atau mungkin kalau katamu “thanks to book of paulo freire” Hidup menuju usia 20 tahun dan bertemu dengan seseorang sepertimu sangatlah menyenangkan. Dahulu, saat kisah kasih saya selesai dengan yang lalu saya tidak pernah memiliki ekspetasi apa-apa untuk kisah selanjutnya. Tapi yang kali ini, entah mau kau percaya atau tidak

-saya bahagia

Saya adalah tipekal orang yang mengenal rinci hal-hal kecil lebih dari ingatan orang lain, saya ingat sekali tentang bagaimana wangi tubuhmu saat pelukan hangat itu sampai di tubuhku, tanda di bagian kiri tubuhmu, dan warna kedua bola matamu saat pergi untuk akhirnya berjarak lagi dariku.

Saya dan engkau percaya kata-kata adalah senjata, dan bagi saya kata-kata setidaknya cukup kuat untuk mengalahkan jarak dan rindu yang selalu menggebu-gebu tak menentu. Maaf ya kalau hanya kata-kata jam 3 pagi ini yang bisa saya tuliskan untuk membalas semua kebaikan mu pada saya.


Lain kali,

Kau harus lebih giat lagi belajar. Baca buku sebanyak-banyak nya, istirahat yang cukup kalau perlu meminum suplemen vitamin untuk kesehatanmu. Kau harus belajar bahwa impian mu adalah nomer satu setelah hal-hal yang kau cintai lain nya, ah soal ini sudah pernah kita bahas bukan? Saya hanya mengingatkan untuk kesekian kalinya

Nanti kalau semua urusan mu telah selesai kau bisa lagi melakukan perjalanan yang melelahkan untuk pulang, ke sebuah hal yang kau anggap sebagai rumah.

Iya rumah, kalau kau tanya apa itu? Ia adalah hal yang saat kau berada dengan nya kau bisa meneduhkan keluhmu selepas penat mewujudkan mimpi-mimpi itu.

Kelak, rumah itu akan selalu terbuka untukmu. Hal ini (rumah) seperti kataku bisa berwujud dalam bentuk apapun yang kau cintai. Kau bisa mengajak nya lagi pergi berkelana ke kota penuh sesak oleh manusia-manusia kesepian yang terus bekerja pada setiap gedung tinggi itu, kau juga bisa mengajak nya ke tepi laut yang dipenuhi dengan kapal-kapal nelayan lengkap dengan segurat senja yang cahaya nya sama indah dengan kerlipan matamu, kau bisa memegang tangan nya erat sampai suatu saat kau lah yang harus pergi dan melepaskan genggaman tersebut. Membawa kamera, berjalan kaki, menggunakan transportasi publik, melihat gedung-gedung tinggi lewat sebuah jendela besar di meseum, pergi makan nasi goreng kesukaan, berfoto bersama, dan untuk apa-apa yang lain yang kau berikan seperti waktu liburmu, selembar tiket kepulangan menuju tempat tinggal saya. Untuk semua hal-hal lain yang sampai membuat aksara ini tak mampu lagi membingkai nya, saya hanya bisa mengucapkan terimakasih.

Nanti, Fikra kau masih bisa pulang menuju rumah dengan kedua gagang pintu yang terbuka seperti (lagi dan lagi) kedua lenganku yang menunggu pelukan sejauh 1.140KM itu pulang.

Terimakasih
Dan sampai berjumpa lagi :)