use(less)

: Akhirnya sampai di titik ini juga yah

keluh ku sambil menaruh Ipad diatas meja ruang tamu.

Akhirnya saya sekarang sadar kalau hidup sudah semakin berjalan-hari berganti-cerita cerita lalu tertanggal-dan saya akan menemui diri dalam babak yang baru. tetapi sayang nya yang baru itu belum tentu mengasyikan maupun menyedihkan.

Lagi pula hidup memang tidak pernah memberikan kepastian bukan?

-Semakin banyak tahu, semakin malu terhadap diri sendiri.

Ingin rasanya pergi ke perpustakaan besar dengan segala buku-buku yang tersimpan lengkap di setiap rak nya, ingin rasanya bisa membaca seharian penuh dan meninggalkan gadget dengan segala akun social media yang saya miliki, ingin rasanya pergi ke suatu tempat bertemu banyak orang-mendengarkan mereka bercerita-dan mengabil pelajaran.

Ingin rasanya menjadi pintar, mandiri, kuat seperti orang lain yang selama ini saya kagumi.

Menuju usia ke-20 tahun (ngomong-ngomng saya sangat excited sih sama umur ke puluhan untuk pertama kali ini, saya ngerasa menuju umur ke-puluhan ini lah saya menjadi sosok yang lebih mencoba buat mengenal diri saya sendiri, saya ngerasa umur menuju 20 tahun sudah cukup memberikan saya pelajaran dalam arti apapun) tapi, satu hal yang membuat saya sedih sekaligus kecewa..

Ternyata ya semakin saya banyak belajar dalam artian mencoba banyak hal, mengexplore diri dan lingkungan saya, pergi ke tempat jauh untuk belajar.. nyata nya, yang saya dapat malah rasa malu akan diri sendiri. Saya jatuh, jatuh dan merasa kalau diri saya sia-sia banget selama 20 tahun hidup dan belum bisa membuat hal yang membuat orang lain (atau) setidaknya diri saya sendiri bangga.

Semua sih sebenarnya bermula, dari saya suka membaca tulisan teman-teman saya di website mereka masing-masing, bermula juga ketika saya menonton VLOG Gita Savitri, ia adalah salah satu mahasiswi asal Indonesia yang berkuliah di Jerman. Pada akhirnya semakin lama berkutat dengan social media dan bertemu dengan pemikiran-pemikiran orang hebat beserta karya nya, contoh dalam bentuk seperti kedua hal tadi buat saya yang masih berproses ini jadi ngerasa kayak ‘’ya ampun selama ini saya kemana aja ya, ketika banyak orang tau hal A-H saya malah baru tau dari A-D’’

Sedih ya, saya ketinggalan banget. Menuju 20 tahun yang (ternyata) sia-sia.

Terakhir dari tulisan ini, saya hanya minta tolong sama teman-teman untuk sekiranya bisa mendoakan saya (atau orang-orang diluar sana yang merasakan hal demikian) agar tidak terus terlarut dalam perasaan useless seperti ini, dan oh iya btw semoga kita semua bisa menjadi orang yang terus menerus punya waktu untuk belajar yah :”) biar ngga ada lagi tuh perasaan useless kayak gini, dan kalau udah belajar sebaiknya bagi-bagi ke orang lain diluar sana. karna sesungguh nya ‘’sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain’’

Kita mulai dari 0 ya, semangat syifa!

atau siapa pun kalian diluar sana :)

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.