Swastamita

Kemari, bantu aku merangkai kata, menyusun nada pengusir lupa.

mendekatlah, biarkan mata yang berbicara jika kata-kata sudah lelah.

kemari, duduk di sampingku luangkan resah, biarkan dukamu rebah.

temukanlah aku dalam lamunanmu, pada puisi-puisi yang gagal sampai di dadamu.

aku puisi yang lahir dari remang swastamita,

tentang rindu dan harap yang nirmala.

selalu ketika tirai langit runtuh, air mata rebas satu-satu,

aku ingat kau pernah jatuh di pelukanku

hingga kini kau hanya jauh, yang selalu ku tunggu

kau hanya doa tanpa laksana, kau di puncak renjana.