Mantera Manumbai

pengambilan madu sialang

(1)

Malam mengintai

Angin menyusup ubun kepala

Bulan meremang redup tanpa bias

Dendang pacu pun dirapalkan

Mbat menghembat ake gadang

Mbat mai di ate tanggo

Kalau iyo sialang ini

Lingkaran tedung dan nago

Tetaplah juo di banie kayu

(2)

Tak lupa pula racikan tempungtawar

Dan sekepundan beras ditumbuk

Kemenyan merah pun dibakar di pokok sialang

Mai singgah ka pelabuhan,

Putih kuning bukakan baju,

Kami manengok patubuhan “ Sang juragan berujar kalut

Sahutan pun terlengking
 Juragan menggoyang api tiga kali 
 Menjatuhkan lobak api 
 Dari kulit kayu dan sabut itu ke tanah.

Maka lebah-lebah yang menggantung mengaum
 ke uluh lambung

Petitih untung rimbun

Jatuh ke jantung tambun

(3)

Sudah beradau lantak yang satu

Untuk menyangkutkan pandan utama

Kokoh lah lantakku bergantung

Untuk menyangkutkan badan dan nyawa

(4)

Menyerak tunam si Jangkang

Batang sialang mendongak lantak

Dendang sengau lebah limbayan

Meminta pantun perpisahan:

Kkanduduak sabaliak uma

urat melante ting panjang

Mano datuak punyo uma

Kami mohon babalik pulang

Ritual yang hampir punah

Pekanbaru, 2015

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.