Pengertian, Tujuan, dan Ciri Kapitalisme

Perkembangan sistem ekonomi pasti akan mempengaruhi kehidupan masyarakat yang ada di daerah tersebut. Salah satu sistem ekonomi yang berkembang di abad ini adalah sistem ekonomi kapitalisme.

Pengertian, Tujuan, dan Ciri Kapitalisme

Konsep kapitalisme pada sistem perdagangan adalah mengakui kepemilikan modal dan usaha dari perseorangan. Dalam hal ini persaingan antarusaha pun terbuka lebar dan mempersilakan siapa pun untuk masuk dalam persaingan perdagangan. Konsep ini banyak dianut pada sistem perdagangan bebas.

Pengertian Kapitalisme berasal dari bahasa Latin berupa kata caput yang memiliki makna kepala. Kata ini juga diartikan sebagai dana, sejumlah uang, atau persediaan barang dan uang pinjaman. Sejarah mencatat bahwa ideologi kapitalisme ini berkembang sejak tahun 1500 Masehi.

Pada mulanya disebut sebagai kapitalisme awal, lalu dilanjutkan dengan kapitalisme klasik, dan yang saat ini masih berlaku adalah kapitalisme lanjut.

Hak pribadi menjadi suatu hal yang mutlak dalam sistem kapitalisme. Pemerintah tidak berhak untuk ikut campur pada pola perdagangan sistem ini.

Penentuan harga pasar keteraturan produksi akan tergantung pada pelaku ekonomi, termasuk adanya penawaran dan permintaan dari konsumen. Pemilik mengontrol sendiri segala hal yang berkaitan dengan perusahaan sementara keuntungan pun akan masuk sendiri untuk pemilik modal.

Tujuan kapitalisme tidak lain adalah meraup keuntungan sebesar-besarnya dari konsumen. Termasuk dalam pengelolaan karyawan, kualitas produk akan sangat menentukan keberhasilan sistem kapitalisme dan keberhasilan perusahaan.

Sistem ekonomi di Indonesia pun mengadopsi sistem ini. Pelaku usaha atau pemilik modal bebas membangun perusahaan dan melakukan persaingan untuk memutar saham dan investasi.

Sementara itu, ciri-ciri dari kapitalisme ini bisa dilihat dari keberadaan perusahaan atau usaha yang dipegang oleh hak-hak pribadi. Selain itu kepemilikan alat produksi juga menjadi hak milik pribadi. Pemilik modal bebas menentukan karyawan dan konsumen yang menjadi sasaran produknya.

Dalam hal ini, campur tangan pemerintah bukan pada pola kapitalisme tapi pada pengawasan hak-hak pribadi tersebut. Perekonomian masyarakat diatur oleh mekanisme pasar, sehingga keberlangsungan perusahaan akan dilihat dari permintaan barang yang diproduksinya.

Baca Juga :

Keunggulan dari sistem ini adalah kebebasan yang dimiliki oleh semua pelaku usaha. Siapa pun bebas bersaing tanpa ada campur tangan pemerintah. Selain itu, keberadaan perusahaan juga mampu menyerap tenaga kerja untuk meminimalkan pengangguran. Namun kelemahannya tentu saja kekayaan yang ada tidak bisa merata karena kesejahteraan dan pemasukan tinggi hanya akan dimiliki oleh pemilik modal.