Lose


Kau berusaha untuk perduli pada saat itu namun, aku tak pernah tau bahwa kau pernah ada lalu tiba-tiba kau pergi ketika akupun tak mengerti mengapa aku bisa seceroboh itu melepas mu dan membiarkan mu meninggalkan ku begitu saja tanpa Sepatah kata perpisahan. 
Namun aku sadar bahwa kepergian mu membawa sepotong hati ku, walau banyak diluar sana orang-orang yang menggagap remeh dirimu namun aku tetap percaya bahwa kau hebat, kau memiliki sisi yang lelaki lain tak punya. 
Sampai sekarang pun aku tak bisa mengingat perbincangan kita dulu, karena dulu aku terlalu egois hingga selalu menceritakan diriku kepadamu tanpa aku tak ingin menanyakan diri mu. Aku egois pada saat itu dan aku menyesal. 
Sekarang aku hanya ingin kau menceritakan kehidupan mu dan aku berjanji akan mendengarkan nya, juga berusaha menyimak dengan baik hal-hal yang telah terjadi dikehidupan mu maupun hal-hal yang ingin itu terjadi dikehidupan mu. 
Aku janji aku berusaha diam tanpa banyak bersuara. Aku janji. 
Namun sekarang nampaknya berbeda, kau tak perduli padaku dan sekarang aku yang terlihat mengejar-ngejarmu dan ingin perhatian mu. 
Tapi tenang. Aku bukan wanita seperti itu yang terobsesi dengan lelaki yang aku sukai. Bukan. Aku bukan seperti itu. 
Mungkin sekarang aku telah sedikit mengikhlaskan mu, kuharap jika kau adalah tempat ku pulang semoga kau telah menjadi lelaki yang lebih baik dari sebelumnya, dan menjadi lelaki yang selalu haus akan ilmu agama. 
Aku sangat berharap itu.

11 januari 2016
Putri Setyaningrum

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.