Beli Makan Di Stasiun Semarang Tawang

Senin, 11 Oktober 2016. Hari ini adalah hari terakhir saya di Jakarta. Pagi dimulai sekitar pukul 08.00, kemudian bercengkrama dengan rekan-rekan parkour dari beberapa kota yang kebetulan mengikuti rangkaian acara di Ancol kemarin. Seru ngobrol-ngobrol, nginep bareng mereka berasa Jamming Nasional Parkour, tapi tanpa latihan parkour, Hahaha.

Sekitar pukul 11.30, rombongan parkour Malang hendak berangkat ke stasiun Pasar Senen, walaupun jadwal keberangkatan kami pukul 15.15, tapi kami tidak ingin terburu-buru. Kami memutuskan menggunakan jasa transportasi mobil online. Sembari menunggu kedatangan mobil, kami pamitan ke rekan-rekan parkour lainnya dan berfoto-foto untuk kenang-kenangan.

Setibanya di stasiun Pasar Senen, kami langsung menuju ke bagian “Check In Mandiri” untuk mendapatkan tiket yang telah kami beli secara online. Dilanjut makan siang dan menuju ruang tunggu stasiun.

Di stasiun, aku bertemu dengan rekan-rekan dari Malang yang hari sabtu lalu mengikuti event Hackathon di Bogor. Ternyata mereka satu kereta denganku. Bahkan ada yang satu gerbong.

Kereta pun datang. Rombonganku menumpang kereta Matarmaja. Kereta kelas ekonomi dengan rute Jakarta-Malang yang paling murah. Keberangkatan kereta pun sangat tepat waktu. Kereta berangkat tepat pukul 15.15, sesuai dengan jadwal di tiket. Hebat!

Hari sudah malam, kereta pun tiba si stasiun Pekalongan. Selanjutnya kereta akan berhenti di stasiun Semarang Tawang.

Berdasarkan pengalaman saat berangkat dari Malang ke Jakarta, di stasiun Semarang Tawang kereta cukup lama berhenti, antara 10–15 menit. Dengan pengalaman itu, kami menduga bahwa nanti di stasiun Semarang Tawang, kereta akan berhenti cukup lama juga. Dari situ kami berencana untuk membeli makan malam atau jajanan di stasiun itu.

Sesampainya di stasiun Semarang Tawang, saya turun di sisi yang lebih rendah/ada peronnya, sedang sisi satunya kalau dilihat dari kaca pintu, tidak ada peronnya. Jadi saya memilih sisi yang ada peronnya.

Setelah turun, saya menyusuri peron mulai dari gerbong kami, gerbong 7 hingga ke depan/gerbong 1. Tetapi kami tidak menemukan tempat menjual makanan satupun. Di seberang jalur, hanya ada kereta-kereta lain. Kami menduga tempat menjual makanan ada di jalur paling seberang. Jadi kami membatalkan niat untuk membeli makan di stasiun, melainkan di dalam kereta.

Akhirnya kami sampai di gerbong 1, kemudian masuk dari dari situ menuju gerbong 7. Sampai di gerbong 3, kami menoleh ke sebelah kiri, kami melihat banyak toko-toko makanan.

Lah, jadi tadi kami berjalan di sisi yang salah!

Waktu sudah berjalan cukup lama, tetapi kami tidak tahu berapa lama persisnya. Jadi ketika sampai gerbong 4, kami jadi ragu. Kalau turun sekarang lewat sisi yang ada peronnya untuk membeli makanan melalui terowongan bawah tanah, apakah cukup waktunya? Kalau saya langsung turun lewat sisi yang tidak ada peronnya, kemudian ternyata tiba-tiba kereta berangkat apakah saya mengejarnya? Belum lagi kemungkinan jalur satu yang saat itu kosong nanti tiba-tiba ada kereta yang berhenti disitu? artinya kami harus lewat terowongan untuk kembali.

Akhirnya kami mengurungkan niat untuk turun dan memesan makanan di gerbong makan. Makan malamku hari ini adalah segelas Pop Mie, Hahaha. Sebenarnya aku menghindari makan mi, cuman mau bagaimana lagi, pesan nasi goreng pun, aku gak cocok sama rasanya. Yang familiar ya cuma mi.

Setelah makan mi, kami kembali ke gerbong kami. Saat sampai, kami mendapati beberapa rekan yang tidur pulas dengan memanfaatkan tempat duduk yang seharusnya untukku dan rekanku. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke gerbong makan untuk pesan segelas kopi dengan harapan, bisa “pindah” tidur disana.

Satu setengah jam sudah kami berada di gerbong makan, rekanku mulai tertidur, kemudian beberapa saat kemudian petugas kereta menegur kami untuk kembali ke tempat duduk semula bila ingin tidur atau selesai dengan makanannya. Hahaha

MISI GAGAL!

Tapi di satu sisi, saya salut dengan manajemen KAI sekarang. Mereka lebih disiplin, lebih ramah, dan lebih profesional.

Akhirnya kami kembali ke gerbong 7 dan menikmati tidur dengan posisi ala kadarnya ☺

Foto stasiun Semarang Tawang didapat dari joglosemarang.blogspot.com