6 Menit Membaca, Indonesia Jaya

Ilustrasi: time.com

Tahun ini, Republik Indonesia sudah berusia 71 tahun dan masuk jajaran negara yang mengalami pertumbuhan terpesat di dunia. Dalam bidang digital, Indonesia dijuluki negara media sosial.

Tercatat pengguna Facebook di Indonesia per Mei 2016 mencapai 77,58 juta orang dan merupakan negara ke-4 dengan pengguna Facebook terbanyak di dunia. Dan 24,34 juta pengguna Twitter di Indonesia membuat negara ini berada pada urutan ke-3 pengguna Twitter terbanyak di dunia. Diprediksi pada 2020, 42,6% penduduk Indonesia akan mengakses media sosial.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengadakan survei perilaku antikorupsi masyarakat Indonesia pada 2015 lalu. Indeks Perilaku Antikorupsi (IPAK) Indonesia pada tahun tersebut adalah 3,59 dalam skala 0 sampai 5. Lalu pada Maret lalu, YouGov menyebutkan Indonesia sebagai negara paling optimistis, kedua di dunia setelah Tiongkok. Sebanyak 23 persen responden Indonesia yakin bahwa kehidupan akan menjadi lebih baik.

Dari semua angka di atas, Indonesia memiliki harapan besar untuk menjadi negara maju bahkan menyaingi negara-negara adidaya. Namun apalah artinya negara maju bila tidak dibarengi dengan sumber daya manusianya yang cerdas dan ‘berisi.’ Seperti yang sudah diketahui bahwa hanya 1 dari 1.000 orang Indonesia yang memiliki minat baca serius. Lho, apa hubungannya orang cerdas dan berisi dengan minat baca?

Tidak ada yang salah dengan gemar membaca. Stres Anda akan berkurang hingga 68% hanya dengan membaca selama enam menit. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa membaca membuat otak Anda berfungsi secara efektif. Salah satu studi bahkan mengemukakan bahwa lansia yang membaca secara teratur 2,5 kali lebih mungkin untuk mengenyahkan Alzheimer daripada mereka yang tidak.

Dari banyak penelitian dan studi yang bisa dicari melalui perangkat elektronik Anda sebenarnya sudah memberikan garis bawah bahwa membaca adalah satu hal krusial untuk menjadikan seseorang lebih produktif dan secara langsung meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada.

Bayangkan saja bila sepuluh persen dari 183 juta penduduk usia kerja Indonesia membaca sedikitnya enam menit setiap hari. Mungkin tidak ada lagi remaja yang melempar bom pipa kepada pemuka agama yang sedang berkhotbah di tempat ibadah. Impian Indonesia menjadi negara adidaya pun bukan angan-angan belaka.

(Ditulis pertama kali pada 30 Agustus 2016)

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Abduraafi Andrian’s story.