lebih dari sekedar …

{tribute to @romeogadungan}

Pesan sudah terkirimkan, dan saatnya menunggu jawaban. Detik berlalu, dan jawaban itu tak kunjung muncul. Gue terus menatap handphone gue, yang layarnya perlahan meredup, dalam remang.
Notifikasi berkedip muncul

“Hey, you know what. I really want to ask you out. Gimana?” — read —

Gue terdiam.
Waktu menjadi terdistorsi, lambat dan merayap. Menunggu tak ubahnya seperti kutukan,lalu pelan-pelan memunculkan beragam penafsiran. Pikiran gue dipenuhi suara bersahut-sahutan.

Ah,Ini terlalu cepat. Ngapain sih gue ?
Gue mengumpat dalam hati, mengutuki kebodohan yang gue buat sendiri.
Disisi lain logika gue, bersuara

Mungkin lagi sibuk, bentar lagi juga bales.
Seperempat jam berlalu, notifikasi read hanya terpampang begitu saja, tanpa makna. Kosong.

Gue menghela napas. Mantra itu gue ucapkan kembali

“Attraction is a simple thing. Whether it is there, or not.”

Not. There’s no attraction
Mungkin kata terakhir dari mantra itu sudah menjadi jawaban, tanpa perlu gue pertanyakan berulang-ulang.

Mendadak handphone gue berbunyi. Gue cepat-cepat membukanya

Sure.
Jawaban singkat dari dia memecah gelembung ekspektasi gue. Gue tersenyum bahagia, 
Ah, rupanya Tuhan punya kuasa untuk membolak-balikkan hati manusia.

hari Minggu di Café biasa, jam 5 sore, ok?
sent

handphone gue berbunyi kembali

Ok

Dua huruf itu menjadi pamungkas, Gue tersenyum puas. 
Semoga minggu sore akan jadi hari keberuntungan gue.
Semoga ini semua akan menjadi, lebih dari sekedar…