Siluet Janji; Siluet Mimpi

Kita bisa menebak rupa; tapi akan selalu entah itu siapa.
Kita bisa mendengar suara; bahkan mengambil makna, tapi takkan pernah tau itu siapa.
Bahkan kau tau, kita bisa menerka rupa, menyambung nyata, mencipta drama.
Tentang siapa, reka, laku, cinta, dalam sepintas masa.
Tapi semoga kau ingat. Ini rahasia-Nya.
Akan selalu ada saat kita terbuai dengan apa yang kita jahit berperih payah.
Dan semuanya akan berakhir pada penerimaan tanpa daya.
Berikhlas syukur; pada seindah-indahnya rencana; semesra-mesranya cinta.

“Tidak harus dia, yang penting karena Dia”
(Ustad Salim A. Fillah)

Malang, 6 Agustus 2015, 2.00 AM.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.