Tentang Boleh & Tidaknya, Juga Yakinmu.

Sore ini kita akan sedikit rileks.
Rileks ini adalah artian luas.
Semua akan terserah jiwa raga juga batinmu untuk kemudian menafsirkan.
Entah itu denganmu duduk, berdiri bersama atau mungkin tidur terpekur.

Ini cerita tentang seorang tua dan prinsip yang diyakini.
Tentang sebuah nama dan sebuah jungkir balik hidup yakinnya.
Di dalam ada bahagia, derita nelangsa, tawa canda, juga tangis di malam buta;
Yang bahkan tak satupun makhluk di bumi sebab apa tangisnya.

Seorang tua dan yakin kuatnya dalam prinsip hidupnya.
Pertarungan abadi antara nyata dan idealisme yang membara.
Tentang perut lapar yang terus bertanya; hari ini kita makan atau justru kosong saja.
Ini cerita sedih tentang hati dan hari yang tak pernah damai dalam suka.
Cerita pedih; ada luka yang terus menganga tak tahu kapan sembuhnya.

Seorang tua; dan prinsip yang dimusuhi semua.
Terus saja dia bertahan apa adanya.
Cabik darah terus dia pelihara.
Kemudian nanah, sembuh, kering, cabik dan luka lagi mendera.
Taruhkan semua untuk sebuah yakin hidup yang terus menyala.

Pun cinta. Ya. Ini babak barunya dalam rasa.
Seorang tua dan cinta apa adanya.
Berkelindan pula dengan yakin kuatnya.
Saking kuatnya, dia pun terus saja seperti dulu tak perlu beribu tanya.
Tak terkira luka, hampa hampirinya.
Beribu pahit tanpa manis pun sering dikecapnya.

Ini cerita tentang prinsip seorang tua yang semoga tak kau lupa.
Semoga kau ambil hikmah yang ada.
Bahwa yakin bisa bertaruh nyawa.
Yakin adalah segalanya.
Yang pertaruhkan semua; untuk yakinnya.

Malang, 00.59 PM
Rachmad Hadjarati