Tikai Berujung Apa?

Tikai berujung apa?
Semua seolah hanya selintas pitam belaka.
Tak ada seutas pun fikir tentang manfaat guna.
Seolah hanya ego diatas segala.

Tikai berujung apa?
Usai reda barulah terbit seujung sesal.
Tuk apa mencak-mencak mental-mental.
Jika ujung nantinya hilang waktu percuma.

Tikai berujung apa?
Hendak adanya di lain waktu.
Akan ada dingin kepala redakan semua.
Akan ada teduhnya zikir hadirkan guna.
Kan ada tenangnya masa; tikai hadapi tanya.

“Tikai untungnya apa?”

Malang, 1.59 AM, 6 Agustus 2015

A single golf clap? Or a long standing ovation?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.