Potensi dan Peran Persma dalam KM ITB

rachma
rachma
Sep 7, 2018 · 2 min read

Pers Mahasiswa ITB atau yang biasa disebut Persma ITB adalah salah satu unit yang ada di ITB. Pertama dibentuk pada tanggal 14 April 2001, Persma menjadi salah satu unit pers yang diakui keberadaannya di ITB. Salah satu produk yang dihasilkan oleh unit ini adalah koran Ganeca Pos yang dileluarkan setahun 2 kali dan post berita pada OA Line dan website yang dikeluarkan setiap minggu dengan nama yang sama. Persma tidak hanya meliput berita intrakampus, tetapi juga ekstrakampus.

Sesuai slogan yang dimiliki oleh persma yaitu, “Mencerahkan Mencerdaskan”, salah satu peran utama Perssma adalah memberikan berita atau informasi sesuai fakta pada masa kampus dan seluruh pembaca. Salah satu hal penting yang perlu dicatat adalah kenetralan persma serta kepercayaan masa kampus akan hal itu.

Keberadaan persma sendiri sangat diakui oleh KM ITB. Hal ini dikarenakan Persma dianggap netral, sehingga dapat menyampaikan berita seperti yang seharusnya tanpa memihak siapapun. Seperti contoh saat Sidang Istimewa Kongres, Persma sengaja diundang untuk meliput langsung agar dapat menyebarluaskan berita seperti yang seharusnya.

Pada dasarnya pers berfungsi sebagai kontrol sosial, begitu pula dengan Persma. Dalam KM ITB sendiri, salah satu peran persma adalah menajaga agar demokrasi di KM ITB tetap sehat karena Persma sendiri adalah organisasi yang dianggap netral dan tidak memihak.

Indonesia sendiri merupakan negara yang membebaskan setiap warganya untuk berpendapat, mengkritik, dan memberikan saran. Begitu pula dengan Persma, salah satu hal yang membuat unit ini identik adalah karena berani mengkritik. Tentunya bukan tanpa alasan, semua yang dianggap benar dan sesuai dengan fakta pastilah harus dipaparkan. Tak sedikit pula ada beberapa pro dan kontra akan hal tersebut. Namun sejauh ini persma masih terus bisa mendapat kepercayaan tersendiri dari masa kampus. Jika memang terjadi suatu kesalahan teknis, Persma langsung memberikan klarifikasi akan hal tersebut.

Salah satu contoh lainnya adalah “Supel”, yang memiliki kepanjangan “Survei Popularitas Elektabilitas”. Supel biasa diadakan menjelang Pemilu Raya. Peningkatan antusiasme masa kampus dapat terlihat dari banyaknya responden. Namun tidak semua orang membenarkan hal tersebut, tentu saja ada beberapa yang kontra.

Perkembangan pers tentu sangat berpengaruh dalam jalannya suatu kehidupan. Begitu pula di ITB, Persma sangat berpengaruh dalam pergerakan berita yang ada di ITB ini. Masa kampus begitu menaruh kepercayaan yang besar pada Persma yang selama ini dianggap selalu menyuguhkan berita terhangat dan sesuai fakta.

“Tidak ada sesuatu yang se-ideal itu, ga sesuai ekspektasi pasti ada, tapi bukan waktunya untuk kecewa, melainkan berbenah,” ujar Kak Bella AR’17.

Semoga bisa selalu berbenah dan terus mengejar definisi ideal itu sendiri!

Rachmadini Melita Trisnasiwi

19918172