Semuanya Berawal Dari Sini!

rachma
rachma
Sep 7, 2018 · 3 min read

Pagi itu, di awal Bulan September, kami mengawali perjalanan sebagai seorang Cakra Persma 18 (Calon Kerabat). Kami diarahkan untuk berkumpul di Lapangan Sipil. Tempat dimana pertama kalinya kami dipertemukan. Masih banyak yang belum kami tahu, tapi satu hal yang dapat kupastikan niat dan tujuanlah yang mempersatukan kami disini. Sembari menunggu teman yang lain, tak banyak yang dapat kami lakukan. Saling mencoba memahami hanya dari sebatas tatapan. Selalu terbesit pikiran untuk berkenalan dengan orang-orang yang kelak akan menjadi keluargaku ini. Pagi itu saat matahari menyapaku, dapat kurasakan sesuatu yang baik akan segera terjadi.

Kami dibagi menjadi beberapa kelompok-kelompok. Cara pembagiannya dengan cara menyamakan nama-nama orang yang kami dapat sesuai dengan profesinya. Kami mulai berkenalan satu sama lain. Menayakan hal-hal sepele yang bisa membuat kami lebih dekat. Clue pertama yang kami dapat adalah “Selasar Penerbangan O”.

Setelah menemukan apa yang dimaksud, kami langsung berjalan bersama menuju Selasar Planologi. Disana, kami disambut dua kakak kerabat persma lainnya. Materi pertama yang kami dapatkan adalah pengetahuan tentang KM ITB dan kedudukan persma didalamnya. Setelah itu, kami bermain games reportase. Kami melakukan simulasi reportase semenarik mungkin kemudian nilai kami di representasikan sebagai uang yang kami dapat.

Tujuan kami selanjutnya adalah selasar Seni Rupa. Materi kami selanjutnya adalah sejarah, visi-misi, produk, serta potensi Persma. Kami mengajukan banyak pertanyaan kepada Kak Michael selaku pemberi materi di liqo tersebut. Setelah mendapat banyak pengetahuan di pos tersebut kami berpindah ke pos selanjutnya yang berada di GKUT.

Panas matahari belum sempat mengalahkan semangat kami saat itu. Candaan-candaan kecil menemani setiap langkah kami. Materi selanjutnya adalah tiga belas kaidah jurnalistik serta langkah-langkah dalam mencari berita. Kami langsung menerapkan apa yang telah kami dapat lewat games yang diberikan kakak-kakak pemateri. Gamesnya adalah menelaah berita berdasarkan 13 poin yang telah kami dapat.

Sampailah kami di pos terakhir. Disini kami dijelaskan pengetahuan jurnalistik secara umum serta sebelas kode etik jurnalistik. Kami menjadi lebih paham apa saja yang diperbolehkan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang jurnalistik. Selanjutnya, kami di diperkenankan untuk ishoma dan diminta kembali lagi saat pukul 13.15.

Kembali dari sholat, kami bermain games yang kali ini benar-benar mendekatkan kami sebagai satu angkatan. Keseruan di sore itu, dibarengi angin yang mendinginkan suasana. Hujan rintik angin menemani acara kami selanjutnya. Bersama Kak Afif, Fisika Teknik 2015, Kerabat Persma 2015, kami dibagikan ilmu mengenai jurnalistik. Kak Afif menekankan empat kunci profesionalisme. Lelaki yang biasa disebut legend oleh para rekannya itu, membagikan banyak ilmunya pada kami. Angin yang berlomba-lomba menggagalkan fokus kami pada diskusi sore itu, akhirnya mengalah juga. Selanjutnya kami dilibatkan dalam kelompok-kelompok diskusi untuk membandingkan fenomena pers zaman sekarang. Diskusi ini bertujuan agar kita lebih memahami penyamapaian materi sebelumnya serta menguji kekritisan kami terhadap lingkungan sekitar.

Matahari mulai tak terlihat, tertutupi oleh awan kelabu setelah hujan. Hari mulai petang, di pehujung acara kami menukar uang-uang yang telah kami dapatkan di games-games sebelumnya dengan hadiah-hadiah yang telah disiapkan oleh panitia. Acara diakhiri dengan foto bersama dan tak terasa keseruan hari itu harus diakhiri. Meski baru sebentar, tapi sudah banyak yang aku rasakan. Aku sadar ini baru awal dari kisah perjalanan kami, masih akan banyak hal baru lain yang akan segera terjadi. Tapi yang kutahu pasti, bersama-sama tidak ada yang tidak mungkin.

Rachmadini Melita Trisnasiwi

19918172